Project Experience


Categories: Multi Workshop Profile | Tinggalkan komentar

Potensi Wisata Danau Toba Di Ajibata – Tobasa


Kota  Kecamatan  Ajibata  dikenal  sebagai  kota  kecamatan  pusat  perdagangan kota  pelabuhan  dari  desa -desa  penyangga  di sekitar  Danau Toba  seperti Desa  Motung , Sibisa,Horsik,Sigapiton,Sirukkungon, dan  dari  beberapa  desa  dari Pulau  Samosir  seperti Desa  Tomok ,Lontung Urat,Onan Runggu ,Nainggolan  dan  beberapa  desa  sekitarnya . Hal  disebabkan  karena  letak geografis  Kota Kecamatan  Ajibata  yang  sangat  strategis , Ajibata  terletak  berada  di  teluk  dimana  kondisi  air  danau yang  tenang dan  pantai  yang  landai  berpasir.

Kondisi  geografis  inilah yang  menguntungkan  bahwa  prospek  wisata  di  Ajibata  sangat  berpotensi  untuk  dikembangkan. Disamping  Kota  Ajibata  sebagai  kota  perdagangan  lokal  dan  pelabuhan  , Kota  Ajibata  juga  menyimpan  potensi  wisata  yang  layak  untuk  dikembangkan.

Maka  tidak  mengherankan , bila  musim  liburan  tiba  yakni  Hari  Raya  Idul  Fitri , Hari  Raya  Imlek   ,liburan sekolah  Juli-Agustus  dan  Liburan  Natal – Tahun  Baru  Kota  Kecamatan  Ajibata  dipenuhi  dengan  wisatawan – wisatatan  lokal  dari  Kota  P.Siantar ,Medan ,Pekan Baru  bahkan  dari Jakarta.

 

Beberapa  tempat  yang  jangan  anda  lewatkan  saat  berkunjung ke Ajibata  adalah  Mengunjungi   “Bukit  Senyum “. Disana  anda  akan  melihat  pemandangan  panorama  Danau  Toba  yang  sangat  menakjubkan. Disana anda  akan  melihat  keindahan  Kota  Ajibata  dan  Parapat dari ketinggian , maupun kapal – kapal  yang  lalu lalang  yang  sangat  terlihat  sangat  kecil. Anda  juga  akan  melihat  Pulau  Samosir  seutuhnya.

Pemandangan  di Bukit  Senyum  akan  lebih menakjubkan   bila  malam  tiba. Saat  itu , lampu kapal  dan bangunan  di  Parapat, Tomok dan  Tuktuk  tampak  indah  dan gemerlap. Masyarakat  Ajibata  dan juga  wisatawan  juga  mempunyai “ritual”  untuk  menyaksikan  eksotisme  Danau  Toba  hanya  dengan  cara  duduk  diatas  rumput  .

Salah  satu  tempat  yang  pantas  anda  singgahi jika anda  berkunjung  ke Ajibata  adalah  Pantai “LONG BEACH“. Pantai  yang  panjangnya  hanya  2 x lapangan  sepak  bola  ini  menyajikan  wisata  pantai  khas  Danau  Toba. Anda  akan  dimanjakan  dengan  mandi  di  air  danau  yang  bersih  dan bersantai  dipantai berpasir . Mungkin anda  ingin  beristirahat  sejenak ,anda dapat  tidur  siang  di  Tenda  Biru  tidak  jauh  dari  Pantai  Long Beach.

 

Dari  beberapa  tempat  diatas  masih  ada  beberapa wisata  Outbond  yang  mungkin perlu pemandu  Lokal , yaitu  berwisata  ke air terjun ” Batu Papan”. Lokasi  ini  berjarak  kira – kira 5 Km ke arah  desa  Sijambur .Air  Terjun  yang  tingginya  kira – kira  16 m ini , layak  untuk  anda  kunjungi  bagi  anda  yang  hobby  berpetualang. Airnya  sejuk  dan  medannya  yang  penuh  tantangan  , akan  membuat  anda  andrenalin  anda  di uji.Sangat  disarankan  bagi  anda  pengunjung  pertama agar  dipandu  oleh  warga  lokal.

Satu  lagi  tempat  wisata  di Kota Kecamatan  Ajibata  yg  pantas  anda  kunjungi  adalah  Pantai ” Batu Lopak” .Pantai  berbatu  yang  jaraknnya  kira-kira  2 Km  dari Pelabuhan Ajibata  ke arah  desa  Horsik . Pantai berbatu  ini  menyimpan  eksotisme tersendiri . Disini anda  akan  merasakan sepi  tersediri  karema  memang  masih  jarang  dikunjungi  oleh  orang  bahkan  warga lokal Ajibata.

Dari  beberapa  tempat  wisata  di Kecamatan  Ajibata  masih  banyak  lagi  wisata  berpotensi  yang  layak  dikembangkan seperti  Wisata  Kuliner Masakan  Khas  Danau  Toba  dan  Water  Sports .

Sayangnya  , pemerintah  setempat  masih  belum  menyadari  potensi  wisata  di Kota  Kecamatan  Ajibata  untuk  dijadikan  sebagai  Lokasi  Wisata.Hal  itu  disebabkan  karena  Ajibata  belum  dilengkapi  berbagai  fasilitas  Hotel dan  tempat  yang  reprensetatif .serta  lokasi  parkir  yang  memadai. Disamping  kondisi  infrastuktur  jalan  yang  rusak.Bahkan  promosi wisata  yang  kurang  maksimal , akibatnya banyak  orang  tidak pernah  tahu  kalau Ajibata  menyimpan  tempat  wisata  yang  indah dan eksotis.

Padahal  Ajibata  memiliki  daya  tarik  bagi  para  wisatawan  , untuk  dijadikan  sebagai  motor  ekonomi  lokal  diluar  bertani  dan  berdagang.Hal  ini lah  menjadi  tantangan  tersediri  bagi pemerintah  Ajibata  dan  segenap  masyarakat  Ajiabata. Kesadaran masyarakat  masih  kurang  bahwa  jika Industri  Pariwisata  dikembangkan  dengan  baik , bukan  tidak  mungkin  beberapa  tahun  kedepan  Ajibata  semakin  dikenal  diIndonesia  bahkan  dunia.

Sehingga  orang  yang  pernah  berkunjung  ke Ajibata  akan  mengingat  bahwa  di Ajibata mereka  dapat  menghilangkan  rasa  penat  dan  bersantai bukan  malah mengingat  Ajibata  yang  semrawut dan  Ajibata  yang  tidak  ramah.

Categories: Lake Toba - North Sumatra | 2 Komentar

SISTEM PEMADAM KEBAKARAN PADA GEDUNG


. 1.        Jenis Perencanaan Instalasi Pipa

 

Secara umum perencanaan instalasi pipa bila ditinjau dari segi lokasi perencanaan maka akan kita dapatkan dua jenis perencanaan, yaitu :

  1. Perencanaan Instalasi Pipa di Luar Gedung
  2. Perencanaan Instalasi Pipa di Dalam Gedung

Kedua jenis perencanaan tersebut memiliki banyak perbedaan yang cukup jelas diantaranya sebagai berikut :

 

8. 1. 1     Perencanaan Instalasi Pipa di Luar Gedung

Perencanaan instalasi pipa di luar gedung ini berbeda bila kita bandingkan dengan perencanaan instalasi pipa di dalam gedung karena adakalanya fluida yang dialirkan tidak hanya berupa air dan gas tetapi dapat pula berupa minyak atau cairan – cairan kimia.

Sistem perencanaan instalasi pipa ini dapat dibagi menjadi :

● Perencanaan instalasi pipa dibidang Perminyakan dan Gas

● Perencanaan instalasi pipa dinas PDAM

● Perencanaan instalasi pipa dibidang industri kimia

 

8. 1. 2     Perencanaan Instalasi Pipa di Dalam Gedung

Sistem instalasi pipa ini lebih sering kita kenal karena lebih sering terlihat pada kehidupan sehari – hari.

Sistem perencanaan instalasi ini dapat dibagi menjadi :

● Perencanaan instalasi pipa Plumbing System

● Perencanaan instalasi pipa Fire Protection System

● Perencanaan instalasi pipa Air Condition System

 

 

8. 2         Sistem Pendistribusian Air di Dalam Gedung

8. 2. 1     Sistem Pendistribusian Air Bersih

Untuk instalasi pipa Plumbing System terdapat dua jenis cara pendistribusian air bersih, yaitu :

      a.   Sistem tidak langsung

            Dapat dilihat secara skematis pada gambar di bawah ini :

                 Gambar 8. 2. 1. Sistem tidak langsung pada distribusi air bersih

            b.         Sistem langsung

            Dapat dilihat secara skematis pada gambar di bawah ini.

                    Gambar 8. 2. 2 Sistem langsung pada distribusi air bersih

Perbedaan antara kedua sistem ini adalah pada pemakaian roof tank, pada sistem tidak langsung digunakan, sedangkan pada sistem tidak langsung tidak digunakan roof tank.

 

8. 2. 2     Instalasi Pipa untuk Plumbing System

Pada instalasi ini sistem dibagi lagi menjadi tiga sub – sistem, yaitu :

1.      Instalasi pipa untuk distribusi air bersih

Pada instalasi pipa air bersih ( dibidang Plumbing ) ini kita mengenal yang dinamakan Plumbing Fixtures dimana semua alat ini mendapat suplai berupa air bersih dari tangki. Di bawah ini terdapat table yang menerangkan jenis – jenis Plumbing Fixtures beserta standar peletakannya.

 

Tabel 8. 2. 1 Plumbing Fixtures dan standar peletakannya

Plumbing Fixtures

Standar peletakan

( dihitung dari lantai )

Water Closet

Urinal

Shower

Lavatori Basin

Kitchen Sink

Bath Cup

Keran

0.3 – 0.4 m

0.6 – 1 m

1.6 – 1.8 m

1.2 – 1.4 m

1.2 – 1.4 m

0.4 – 0.5 m

0.4 – 0.5 m

Ref : Deputi Urusan Tata Bangunan dan Lingkungan Departement Permukiman dan Prasarana Wilayah.

 

             Semua standar peletakan untuk Plumbing Fixtures tersebut tidak mutlak tetapi peletakan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pengguna gedung.

2.   Instalasi pipa untuk air buangan

Instalasi ini hanya mengalir air yang telah dipakai dari dapur, air dari wastafel              ( Lavatory Basin ), air buangan dari keran serta air buangan dari talang yang kesemuanya itu selanjutnya dialirkan kesaluran lingkungan gedung.

3.   Instalasi pipa untuk air kotor

Pada instalasi ini yang tergolong air kotor adalah kotoran, baik yang cair maupun padat yang dibuang melalui urinal atau water closet yang semua itu umumnya langsung disalurkan ke septic tank atau ( Sewege Treatment Plant ).

 

8. 2. 3     Instalasi Pipa untuk Fire Protection System

 

Pada instalsi ini sistem dapat dibagi menjadi beberapa sub – sistem, yaitu :

●    Sprinkler System

Sistem ini merupakan suatu sistem pencegahan pertama yang sangat baik yang mana pada pemakaiannya dilengkapi dengan Heat Detector.

Di bawah ini terdapat beberapa jenis sprinkler head dan drencher yang umum digunakan :

                           Gambar 8. 2. 3 Sprinkler Head Tipe Quatzoid Bulb

Gambar 8. 2. 3 Tipe ini berupa tabung yang terbuat dari kaca special ( special glass ) yang mana digunakan menahan air pada tempatnya. Tabung tersebut berisi cairan kimia berwarna yang mana bila dipanaskan ( terkena panas ) sampai suhu tertentu maka cairan kimia akan mengembang dan gelas akan tertekan sampai suatu batas tertentu yang akhirnya gelas tersebut akan pecah sehingga katup terbuka dan air akan mengalir menuju deflector kemudian air akan menyembur keluar untuk memadamkan api.

 

                               Gambar 8. 2. 4 Sprinkler Head Tipe Side Wall

Gambar 8. 2. 4 Jenis ini dirancang untuk digunakan pada sisi samping ruangan atau koridor, sehingga air akan terpancar pada bagian tengah dari ruangan atau koridor. Jenis ini juga banyak digunakan pada terowongan – terowongan.

                                              a. Window Drancher

 

                                                  b. Roof Drancher

Gambar 8. 2. 5 (a) (b) Tipe – tipe Drancher

Gambar 8. 2. 5 (a) Tipe ini digunakan untuk memancarkan air tipe ini biasa dipakai di atas jendela untuk mencegah meluasnya api ke luar dari gedung.

Gambar 8. 2. 5 (b) Tipe ini tidak jauh dengan tipe pada gambar Gambar 2. 2. 5 (a), tetapi pada pemasangannya tipe ini pada atap ( rof ) untuk mencegah meluasnya api.

 

Tabel 8. 3. 1 Warna Cairan dan Temperatur Sprinkler

Rata – rata Temperatur

Warna dari cairan bola

57

68

79

93

141

182

204 – 260

Jingga

Merah

Kuning

Hijau

Biru

Ungu ( Mauve )

Hitam

Ref : “ Panduan Pemasangan Sistem Sprinkler untuk Pencegahan Bahaya Kebakaran pada Bangunan Rumah dan Gedung “, 1987, Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Untuk penempatan sprinkler head, terdapat 2 jenis sistem pengaturan penempatan, yaitu :

                                             ( a) Metode ½ S dan ½ D

                                         (b) Metode 1/4 S dan 1/2 D

                 Gambar 8. 2. 6 (a) (b) Jenis – jenis Pengaturan Penempatan

S = Jarak antara 2 kepala sprinkler dan jarak kepala sprinkler ke dinding

D = Jarak antara 2 jalur pipa dan jalur pipa kedinding

Dari hasil perkalian antara S dengan D kita dapat menentukan klasifikasi kebakaran sebagai berikut :

●       Untuk kebakaran ringan   : S x D ≤ 21 m2

●       Untuk kebakaran sedang : S x D = ( 9 ~ 21 ) m2

●       Untuk kebakaran ringan   : S x D ≤ 9 m2

Disamping dua jenis penempatan tersebut, terdapat pula beberapa metode distribusi untuk sprinkler bila melihat posisi dari pipa distribusi.

                                       (a) End Side With Centre Feed Pipe

                                    (b) End Side With Feed Pipe

                                      (c) End Centre With Centre Feed Pipe

                                      (d) End Centre With End Feed Pipe

                   Gambar 8. 2. 7 (a) (b) (c) (d) Metode Distribusi Untuk Sprinkler

●       Hallon Sprinkler

Sistem ini pada peletakannya dan instalasinya tidak begitu berbeda jauh dengan sprinkler system, hanya saja pada sistem ini fluida yang digunakan berupa gas atau serbuk. Sistem ini biasa digunakan pada ruang perpustakaan, ruang komputer atau ruang kontrol listrik yang mana pada ruangan tersebut tidak memungkinkan menggunakan air.

 

●       Hydrant System

Pada sistem ini dapat dibagi lagi menjadi tiga bagian :

a).     Hydrant Box

Hydrant Box ini dapat dibagi menjadi dua yaitu berupa Indoor Hydrant                 ( terletak di dalam gedung ) atau Outdoor Hydrant ( terletak di luar gedung ). Pemasangan Hydrant Box ini biasanya disesuaikan dengan kebutuhan dan luas ukuran ruangan serta luas gedung. Tetapi untuk ukuran minimalnya diharuskan pada tiap lantai terdapat minimal satu buah dan begitu pula untuk yang di luar gedung. Untuk pemasangan Hydrant Box di dalam ruangan pada bagian atasnya  ( menempel pada dinding ) harus disertai pemasangan alarm bel. Pada Hydrant Box terdapat gulungan selang atau lebih dikenal dengan istilah Hose Reel.

 

 

 

                                    Gambar 8. 2. 8 Indoor Hydrant Box

                                   Gambar 8. 2. 9 Outdoor Hydrant Box

Gambar 8. 2. 10 Hose Reel

b).     Hydrant Pillar

Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari PAM dan GWR gedung disalurkan ke mobil Pemadam Kebakaran agar Pemadam Kebakaran dapat menyiram air mobil ke gedung yang sedang terbakar. Alat ini diletakan dibagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas gedung.

Gambar 8. 2. 11 Suplai Air untuk Hydrant Pillar

                                         Gambar 8. 2. 12 Hydrant Pillar

 

c)      Siamese Connection

Alat ini memiliki fungsi untuk menyuplai air dari mobil Pemadam Kebakaran untuk disalurkan ke dalam sistem instalasi pipa pencegahan dan penanggulangan kebakaran yang terpasang di dalam gedung selanjutnya dipancarkan melalui sprinkler – sprinkler dan hydrant box di dalam gedung. Alat ini diletakan pada bagian luar gedung yang jumlahnya serta peletakannya disesuaikan dengan luas dan kebutuhan gedung itu sendiri.

 

 

                                         Gambar 8. 2. 13 Siamese Connection

8. 3         Pemasangan Instalasi Pipa

Dalam pelaksanaannya, instalasi pipa ini dipasang bersamaan dengan pemasangan instalasi listrik, dimana instalasi pipa ini diletakan diantara plafond dan plat lantai yang berjarak min 0,4 – 0,5 m dan mak 0,5 – 1 m.

Hal tersebut menjadi alasan untuk memudahkan apabila terjadi kerusakan dan juga untuk memudahkan pelaksanaan perawatan rutin.

 

8. 4         Sistem Penyediaan Air     

8. 4. 1     Jaringan Kota

Pada setiap gedung yang direncanakan, sistem penyediaan airnya berasal dari jaringan kota yang kemudian ditampung pada Ground Tank. Sambungan pada sistem jaringan kota dapat diterima kembali apabila kapasitas dan tekanannya mencukupi. Kapasitas dan tekanan sistem jaringan kota dapat diketahui dengan mengadakan pengukuran langsung pada jaringan distribusi ditempat penyambungan yang dilaksanakan, dan ukuran pipa distribusi sekurang – kurangnya harus sama dengan pipa tegak yang berfungsi sebagai shaft pipa. Berikut ini adalah ketentuan untuk sistem Pemadam Kebakaran :

 

a.   Sesuai dengan peraturan NFPA ( National Fire Protection Association ) dan Menteri Pekerjaan Umum bahwa untuk setiap lantai yang memiliki sprinkler 14 – 45 buah pada gedung dengan jenis kebakaran ringan harus memiliki debit air ( Q ) sekurang – kurangnya 0,001 m3/s ( untuk satu Sprinkler Head ).

b.   Sesuai dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 887 Tahun 1981 tentang Persyaratan dan Standar debit Aliran Hydrant Box untuk gedung dengan jenis kebakaran ringan harus memiliki debit aliran ( Q ) sekurang – kurangnya 0,006 m3/s ( untuk satu hydrant box pada tiap lantai ).

c.   Sesuai dengan keputusan Gubernur DKI Jakarta No. 887 Tahun 1981 tentang Persyaratan dan Standar debit Aliran Hydrant Box untuk gedung dengan jenis kebakaran ringan harus memiliki debit aliran ( Q ) sekurang – kurangnya 0,019 m3/s ( untuk satu hydrant pillar pada satu halaman gedung ).

 

8. 4. 2.    Tangki Gravitasi   

               Tangki Gravitasi diletakan pada ketinggian tertentu dan direncanakan dengan baik dan dapat diterima sebagai sistem penyediaan air Tangki Gravitasi yang melayani keperluan rumah tangga, hydrant kebakaran dan sistem sprinkler otomatis harus :

■    Direncanakan dan dipasang sedemikian rupa sehingga dapat menyalurkan air dalam kuantitas dan ketentuan yang cukup untuk sistem tersebut.

■    Mempunyai lubang aliran keluaran untuk keluaran rumah tangga pada ketinggian tertentu dari dasar tangki, sehingga persediaan minimum untuk memadamkan kebakaran dapat direncanakan.

■    Mempunyai lubang aliran keluaran untuk kebakaran pada ketinggian tertentu dari dasar tangki, sehingga persediaan minimum yang diperlukan untuk sistem sprinkler otomatis dapat dipertahankan.

 

8. 4. 3     Tangki Bertekanan

               Tangki bertekanan harus dilengkapi dengan suatu cara yang dibenarkan agar tekanan udara dapat diatur secara otomatis. Sistem tersebut dilengkapi dengan alat tanda bahaya yang memberikan peralatan apabila tekanan atau permukaan tinggi air dalam tangki turun melalui batas yang ditentukan.

Tangki bertekanan harus selalu berisi air 2/3 penuh dan diberi tekanan udara sedikitnya 49 N/cm2, kecuali ditentukan lain oleh pejabat yang berwenang. Apabila dasar tangki bertekanan terletak sedemikian rupa di bawah sistem sprinkler yang tertinggi, maka tekanan udara yang harus diberikan minimum 49 N/cm2 ditambah 3 X tekanan yang disebabkan oleh berat air pada perpipaan sistem sprinkler di atas tangki.

 

 

 

8. 4. 4     Mobil Pemadam Kebakaran  

Apabila disyaratkan harus disediakan sebuah sambungan yang memungkinkan mobil Pemadam Kebakaran memompakan air ke dalam sistem sprinkler, ukuran pipa minimum adalah 100 mm. Pipa ukuran 75 mm dapat digunakan apabila dihubungkan dengan pipa tegak dan ditempatkan pada bagian dekat katup balik.

Pada sistem dengan pipa tegak tunggal, sambungan dilakukan pada bagian dekat katup kendali yang dipasang pada pipa tegak, kecuali sambungan untuk mobil Pemadam Kebakaran.

 

8. 5         Pengertian Kebakaran

Sejak dahulu api merupakan kebutuhan hidup manusia, dari hal kecil hingga hal besar. Sebagai salah satu contoh, api digunakan untuk memasak atau untuk pemakaian skala besar dalam industri dalam peleburan logam. Tetapi sudah tidak  dapat dikendalikan lagi, api menjadi musuh manusia yang merupakan malapetaka dan dapat menimbulkan kerugian baik materi maupun jiwa manusia. Hal tersebut yang biasa disebut kebakaran.

 

 

8. 5. 1     Proses Kebakaran

Kebakaran berawal dari proses reaksi oksidasi antara unsur Oksigen ( O2 ), Panas dan Material yang mudah terbakar ( bahan bakar ). Keseimbangan unsur – unsur tersebutlah yang menyebabkan kebakaran. Berikut ini adalah definisi singkat mengenai unsur – unsur tersebut :

 

a.   Oksigen

Oksigen atau gas O2 yang terdapat diudara bebas adalah unsur penting dalam pembakaran. Jumlah oksigen sangat menentukan kadar atau keaktifan pembakaran suatu benda. Kadar oksigen yang kurang dari 12 % tidak akan menimbulkan pembakaran.

 

b.   Panas

      Panas menyebabkan suatu bahan mengalami perubahan suhu / temperatur, sehingga akhirnya mencapai titik nyala dan menjadi terbakar. Sumber – sumber panas tersebut dapat berupa sinar matahari, listrik, pusat energi mekanik, pusat reaksi kimia dan sebagainya.

 

c.   Bahan yang mudah terbakar ( Bahan bakar )

      Bahan tersebut memiliki titik nyala rendah yang merupakan temperatur terendah suatu bahan untuk dapat berubah menjadi uap dan akan menyala bila tersentuh api. Bahan makin mudah terbakar bila memiliki titik nyala yang makin rendah. Dari ketiga unsur – unsur di atas dapat digambarkan pada segitiga api.

 

 

                                             Gambar 8. 5. 1  Tetrahedron Api

Proses kebakaran berlangsung melalui beberapa tahapan, yang masing – masing tahapan terjadi peningkatan suhu, yaitu perkembangan dari suatu rendah kemudian meningkat hingga mencapai puncaknya dan pada akhirnya berangsur – angsur menurun sampai saat bahan yang terbakar tersebut habis dan api menjadi mati atau padam. Pada umumnya kebakaran melalui dua tahapan, yaitu :

  1. Tahap Pertumbuhan ( Growth Period )
  2. Tahap Pembakaran ( Steady Combustion )

Tahap tersebut dapat dilihat pada kurva suhu api di bawah ini.

 

Gambar 8. 5.  2 Kurva Suhu Api

               Pada suatu peristiwa kebakaran, terjadi perjalanan yang arahnya dipengaruhi oleh lidah api dan materi yang menjalarkan panas. Sifat penjalarannya biasanya kearah vertikal sampai batas tertentu yang tidak memungkinkan lagi penjalarannya, maka akan menjalar kearah horizontal. Karena sifat itu, maka kebakaran pada gedung – gedung bertingkat tinggi, api menjalar ketingkat yang lebih tinggi dari asal api tersebut.

Saat yang paling mudah dalam memadamkan api adalah pada tahap pertumbuhan. Bila sudah mencapai tahap pembakaran, api akan sulit dipadamkan atau dikendalikan.

 

Tabel 8. 5. 1 Laju Pertumbuhan Kebakaran

 

 

      Klasifikasi Pertumbuhan

Waktu Pertumbuhan / Growth Time

( detik )

Tumbuh Lambat ( Slow Growth )

> 300

Tumbuh Sedang  ( Moderete Growth )

150 – 300

Tumbuh Cepat ( Fast Growth )

80 – 150

Tumbuh Sangat Cepat (Very Fast Growth )

< 80

Ref :“ Teori Dasar Penanggulangan Bahaya Kebakaran “, 2006 , Dinas Pemadam Kebakaran , Jakarta.

 

 

8. 5. 2     Klasifikasi Kebakaran

Klasifikasi Kebakaran, Material dan Media Pemadam Kebakaran di Indonesia dapat dilihat dari tabel di bawah ini.

Tabel 8. 5. 2 Klasifikasi Kebakaran

             RESIKO

MATERIAL

ALAT  PEMADAM

Class A Kayu, kertas, kain Dry Chemichal Multiporse dan ABC soda acid
Class B Bensin, Minyak tanah, varnish Dry Chemichal foam ( serbuk bubuk ), BCF  (Bromoclorodiflour Methane), CO2, dan gas Hallon
Class C Bahan – bahan seperti asetelin, methane, propane dan gas alam Dry Chemichal, CO2, gas Hallon dan BCF
Class D Uranium, magnesium dan titanium Metal x, metal guard, dry sand dan bubuk pryme

Ref :“ Teori Dasar Penanggulangan Bahaya Kebakaran “, 2006 , Dinas Pemadam Kebakaran , Jakarta.

Dari keempat jenis kebakaran tersebut yang jarang ditemui adalah kelas D, biasanya untuk kelas A, B dan C alat pemadamnya dapat digunakan dalam satu tabunng / alat, kecuali bila diperlukan jenis khusus.

 

8. 5. 3     Penyebab Kebakaran

Berikut ini adalah penyebab kebakaran :

  1. Manusia, kesalahan manusia dapat berupa kurang hati – hati dalam menggunakan alat yang dapat menimbulkan api atau kurangnya pengertian tentang bahaya kebakaran. Sebagai salah satu contoh merokok atau memasak.
  2. Alat, disebabkan karena kualitas alat yang rendah, cara penggunaan yang salah, pemasangan instalasi yang kurang memenuhi syarat. Sebagai contoh : pemakaian daya listrik yang berlebihan atau kebocoran.
  3. Alam, sebagai contoh adalah panasnya matahari yang amat kuat dan terus menerus memancarkan panasnya sehingga dapat menimbulkan kebakaran.
  4. Penyalaan sendiri, sebagai contoh adalah kebakaran gudang kimia akibat reaksi kimia yang disebabkan oleh kebocoran atau hubungan pendek listrik.
  5. Kebakaran disengaja, seperti huru – hara, sabotase dan untuk mendapatkan asuransi ganti rugi.

 

   Penggolongan penyebab kebakaran dapat dilihat pada tabel berikut ini :

Tabel 8. 5. 3 Penyebab Kebakaran

Alam

Kemajuan Teknologi

 

Perkembangan Penduduk

Matahari

Gempa bumi

Petir

Gunug merapi

Listrik

Biologis

Kimia

Ulah manusia :

−   sengaja

−   tidak sengaja

−   awam ( ketidakpahaman )

Ref :“ Teori Dasar Penanggulangan Bahaya Kebakaran “, 2003 , Dinas Pemadam Kebakaran , Jakarta.

            Penyebab kebakaran dapat dilihat secara mendalam dari beberapa faktor berikut di bawah ini :

a.   Faktor Non Fisik

●    Lemahnya peraturan perundang – undangan yang ada, serta kurangnya  pengawasan terhadap pelaksanaannya ( Perda No. 3 Tahun 1992 ).

●    Adanya kepentingan yang berbeda antar berbagai instansi yang berkaitan dengan usaha – usaha pencegahan dan penanggulangan terhadap bahaya kebakaran.

●    Kondisi masyarakat yang kurang mematuhi peraturan perundang – undangan yang berlaku sebagai usaha pencegahan terhadap bahaya kebakaran.

●    Lemahnya usaha pencegahan terhadap bahaya kebakaran pada bangunan yang dikaitkan dengan faktor ekonomi, dimana pemilik bangunan terlalu mengejar keuntungan dengan cara melanggar peraturan yang berlaku.

●    Dana yang cukup besar untuk menanggulangi bahaya kebakaran pada bangunan terutama bangunan tinggi.

b.         Faktor Fisik

●    Keterbatasan jumlah personil dan unit pemadam kebakaran serta peralatan.

●    Kondisi gedung, terutama gedung tinggi yang tidak teratur.

●    Kondisi lalu lintas yang tidak menunjang pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran.

 

8. 5. 4     Pola Meluasnya Kebakaran

Dari segi cara api meluas dan menyala, yang menentukan ialah meluasnya kebakaran. Bedanya antara kebakaran besar dan kebakaran kecil sebetulnya hanya terletak pada cara meluasnya api tersebut.

Perhitungan secara kuantitatif tentang cara meluasnya kebakaran sukar untuk ditentukan. Tetapi berdasarkan penyelidikan – penyelidikan, kiranya dapat diperkirakan pola cara meluasnya kebakaran itu sebagai berikut :

 

a.   Konveksi ( Convection ) atau perpindahan panas karena pengaruh aliran, disebabkan karena molekul tinggi mengalir ke tempat yang bertemperatur lebih rendah dan menyerahkan panasnya pada molekul yang bertemperatur lebih rendah.

»    Panas dan gas akan bergerak dengan cepat ke atas ( langit – langit atau bagian dinding sebelah atas yang menambah terjadinya sumber nyala yang baru ).

»    Panas dan gas akan bergerak dengan cepat melalui dan mencari lubang – lubang vertikal seperti cerobong, pipa – pipa, ruang tangga lubang lift, dsb.

»    Bila jalan arah vertikal terkekang, api akan menjalar kearah horizontal melalui ruang bebas, ruang langit – langit, saluran pipa atau lubang – lubang lain di dinding.

»    Udara panas yang mengembang, dapat mengakibatkan tekanan kepada pintu, jendela atau bahan – bahan yang kurang kuat dan mencari lubang lainnya untuk ditembus.

                           Gambar 8. 5. 3 Penjalaran Kebakaran secara Konveksi  

b.   Konduksi ( Conduction ) atau perpindahan panas karena pengaruh sentuhan langsung dari bagian temperatur tinggi ke temperatur rendah di dalam suatu medium.

»    Panas akan disalurkan melalui pipa – pipa besi, saluran atau melalui unsur kontruksi lainnya diseluruh bangunan.

»    Karena sifatnya meluas, maka perluasan tersebut dapat mengakibatkan keretakan di dalam kontruksi yang akan memberikan peluang baru untuk penjalaran kebakaran.

 

                          Gambar 8. 5. 4 Penjalaran Kebakaran secara Konduksi

 

c.               Radiasi ( Radiation ) atau perpindahan panas yang bertemperatur tinggi kebenda yang bertemperatur rendah bila benda dipisahkan dalam ruang karena pancaran sinar dan gelombang elektromagnetik. Permukaan suatu bangunan tidak mustahil terbuat dari bahan – bahan bangunan yang bila terkena panas akan menimbulkan api.

»    Karena udara itu mengembang ke atas, maka langit – langit dan dinding bagian atas akan terkena panas terlebih dahulu dan paling kritis. Bahan bangunan yang digunakan untuk itu sebaiknya ialah yang angka penigkatan perluasan apinya ( fleme-spread ratings ) rendah.

»    Nyala mendadak ( flash-over ) yang disebabkan oleh permukaan dan sifat bahan bangunan yang sangat mudah termakan api, adalah gejala yang umum di dalam suatu kebakaran. Kalau suhu meningkat sampai ± 4250 C atau gas – gas yang sudah kehausan zat asam tiba – tiba dapat tambahan zat asam, maka akan menjadi nyala api yang mendadak, dan membesarnya bukan saja secara setempat tetapi meliputi beberapa tempat.

»    Sama halnya dengan cerobong sebagai penyalur ke luar dari gas – gas panas yang mengakibatkan adanya bagian kosong udara di dalam ruangan ( yang berarti pula menarik zat asam ), semua bagian – bagian yang sempit atau lorong – lorong vertikal di dalam bangunan bersifat sebagai cerobong, dan dapat memperbesar nyala api, terutama kalau ada kesempatan zat asam membantu pula perluasan api tersebut.

 

                          Gambar 8. 5. 5 Penjalaran Kebakaran secara Radiasi

8. 6         Penanggulangan Kebakaran

               Karena kebakaran adalah suatu malapetaka, maka perlu diperhatikan penaggulangannya, yaitu segala upaya yang dilakukan untuk menyelamatkan dan memadamkan api serta memperkecil kerugian akibat kebakaran. Penanggulangan dapat dilakukan sebelum, pada saat dan sudah terjadi kebakaran. Usaha – usaha yang dilakukan yaitu :

 

8. 6. 1     Usaha Pencegahan           

               Pencegahan dalam hal ini adalah suatu usaha secara bersama untuk menghindari kebakaran dalam arti meniadakan kemungkinan terjadinya kebakaran. Usaha ini pada mulanya dilakukan oleh pihak yang berwenang dan menuntut peran serta dari masyarakat.   Sedangkan usaha – usaha yang dilakukan Pemerintah adalah :

  1. Mengadakan dan menjalankan undang – undang / peraturan daerah seperti :

▪     Undang – undang gangguan yang mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan tempat tinggal atau tempat mendirikan bangunan.

▪     Keputusan Menteri Pekerjaan Umum No. 02/KPTS/1985 tentang ketentuan pencegahan dan penanggulangan bahaya kebakaran pada gedung bertingkat.

▪     Peraturan Daerah Khusus Ibukota Jakarta No. 3 tahun 1992 tentang ketentuan penanggulangan bahaya kebakaran dalam wilayah DKI Jakarta.

  1. Mengadakan perbaikan kampung yang meliputi sarana sarana fisik berupa pembuatan jaringan jalan dan sarana sanitasi, serta meningkatkan kesejahteraan sosial penduduk.
  2. Mengadakan penyuluhan kepada masyarakat yang berkaitan dengan masalah kebakaran, perlu ditekankan bahwa undang – undang / peraturan daerah yang ada serta penyuluhan – penyuluhan yang diadakan sama sekali tidak berguna bila tidak dijalankan dengan baik.

 

8. 6. 2     Cara Pemadaman

 

Dari pengertian tentang penyebab kebakaran maka dapat ditemukan sistem pemadaman api, yaitu : 

  1. Cara penguraian, adalah sistem pemadaman dengan cara memisahakan / menjauhkan benda – benda yang dapat terbakar. Contohnya, bila terjadi kebakaran dalam gudang tekstil, yang terdekat dengan sumber api harus segera dibongkar / dimatikan.
  2. Cara pendinginan, adalah sistem pemadaman dengan cara menurunkan panas. Contoh, penyemprotan air ( bahan pokok pemadam ) pada benda yang terbakar.
  3. Cara isolasi, adalah sistem pemadaman dengan cara mengurangi kadar O2 pada lokasi sekitar benda- benda terbakar. Sistem ini disebut juga dengan sistem lokalisasi, yaitu dengan membatasi / menutupi benda – benda yang terbakar agar tidak bereaksi dengan O2, contohnya :

      ▪     Menutup benda – benda yang terbakar dengan karung yang dibasahi air, misalnya pada kebakaran yang bermula dari kompor.

      ▪     Menimbun benda – benda yang terbakar dengan pasir atau tanah.

      ▪     Menyemprotkan bahan kimia yaitu dengan alat pemadam jenis CO2

 

8. 6. 3     Pemilihan dan Penempatan Alat Pemadam

 

               Untuk menunjang bekerjanya alat, diperlukan suatu sistem koordinasi melalui suatu panel kontrol atau tidak melalui suatu panel kontrol, seperti hydrant.     Di bawah ini akan digambarkan diagram sistem kerja perlengkapan kebakaran yang bekerja secara elektrik dan dikontrol oleh petugas panel.

 

Gambar 8. 6. 1 Diagaram Sistem Kerja Perlengkapan Kebakaran

 

8. 7         Pemeriksaan dan Pengujian Instalasi Pemadam Kebakaran

8. 7. 1     Pemeriksaan Sistem Pemadam Kebakaran

Pada tahapan ini ada 2 macam pemeriksaan yang perlu dilakukan, yaitu :

  1. Pemeriksaan Sebagian – sebagian

Pemeriksaan ini perlu dilakukan sebelum sesuatu bagian dari sistem pemadam kebakaran ditanam dalam tanah atau sebelum diletakan diantara plafond dengan plat lantai. Kesemua ini harus dilakukan disaat proses pembangunan agar pemeriksaan dapat dilakukan lebih baik.

  1. Pemeriksaan Keseluruhan

Pemeriksaan ini dilaksanakan apabila seluruh sistem telah terpasang dan gedung telah mencapai penyelesaian sebesar 75 % dari rencana keseluruhan.

 

8. 7. 2     Pengujian Sistem Pemadam Kebakaran

 

Pengujian umumnya dilakukan atas masing – masing jenis alat dan fungsi dari seluruh sistem setelah selesai pemasangan.

 

a.   Pengujian Tekanan

Pada pengujian tekanan ini perlu diketahui apakah pengujian sampai kesemua bagian dari sistem instalasi pipa pemadam kebakaran tersebut.

Cara pelaksanaannya yaitu dengan : menjalankan pompa penguji untuk menghantarkan tekanan air kesemua pipa cabang dan membuka semua katup untuk sementara agar dapat diketahui apakah tekanan air yang masuk pada tiap – tiap pipa cabang sesuai dengan yang diinginkan dan selama pengujian berlangsung tidak boleh terjadi perubahan / penurunan tekanan.

b.   Pengujian Tangki

Setelah selesai dibangun atau dipasang, tangki harus dibersihkan secara baik dan kemudian diisi dengan air untuk memeriksa adanya kebocoran, dan pada pengujian ini tangki harus tidak menunjukan gejala – gejala adanya kebocoran sekurang – kurangnya selama 24 jam.

c.   Pengujian Pipa dan Aliran

Pada pengujian ini aliran harus benar – benar lancar sehingga debit aliran masuk mendekati / sama dengan debit aliran keluar. Jika hal tersebut tidak terpenuhi maka sistem instalasi harus diperiksa ulang untuk menjamin bahwa sistem yang dipasang dapat berfungsi dengan baik.

d.   Pengujian Sistem Automatisasi Sprinkler

Cara ini dapat dilakukan hanya pada bagian dari beberapa sprinkler, yaitu dengan cara memanaskan sprinkler head, pada temperatur tertentu tabung kaca sprinkler head akan pecah dan katup akan terbuka sehingga air akan terpancar keluar melalui lubang – lubang sprinkler head.

e.   Pengujian Katup

Pengujian katup secara khusus dilaksanakan, walaupun pengujian pada katup sudah tercakup pada pengujian aliran pada pipa.

Categories: About Your Career | Tinggalkan komentar

Metode Pekerjaan Electrical Gedung


PEKERJAAN ELEKTRIKAL

  1. 1.        Pekerjaan Listrik Sistim Distribusi Tegangan Rendah

1.1.     Lingkup Pekerjaan

Pekerjaan ini meliputi pengadaan semua tenaga pekerja, bahan dan peralatan, pemasangan, penyambungan, pengujian dan perbaikan selama masa pemeliharaan, untuk pekerjaan istrik tegangan rendah.

1.2.     Gambar-Gambar Rencana

Gambar-gambar elektrikal menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan-peralatan seperti : panel, jalur kabel, lampu dan lain-lain. Penyesuaian harus dilakukan di lapangan; karena keadaan sebenarnya dari lokasi, jarak-jarak dan ketinggian ditentukan oleh kondisi lapangan.

  1. Gambar-gambar kerja (shop drawing)

Pemborong harus membuat gambar-gambar kerja (shop drawing) yang menunjukkan tata letak pemasangan yang lengkap, dimensi-dimensi dari peralatan, detail-detail dan sebagainya.

  1. Gambar-gambar kerja dan juga catalog, brosur dan tipe peralataan yang akan dipasang harus diserahkan kepada konsultan pengawas untuk diperiksa.

Shop drawing harus sudah diserahkan kepada pengawas 14 hari sebelum pemasangan.

1.3.     Gambar-Gambar Sesuai Pelaksanaan (Asbuilt Drawing)

Pemborong harus membuat catatan yang cermat dari penyesuaian-penyesuaian pelaksanaan pekerjaan di lapangan.

Catatan-catatan tersebut harus dituangkan dalam satu set  lengkap gambar (kalkir) dan tiga set lengkap blue print sebagai gambar-gambar sesuai pelaksanaan (as built drawing). As built drawing harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai.

1.4.     Standart dan Peraturan

Seluruh pekerjaan instalasi elektrikal harus dilaksanakan mengikuti standart dalam PUIL terbitan terakhir (2000), SPLN, SII atau standart-standart internasional yang tidak bertentangan dangan PUIL.

Disamping itu peraturan/hukum daerah setempat yang ada hubungannya dengan pekerjaan ini harus ditaati pula. Surat ijin bekerja sebagai instalatir dari kelas yang sesuai dengan pekerjaan ini harus dimiliki secara sah oleh pemborong, satu copy surat ijin tersebut harus diserahkan kepada direksi segera setelah pekerjaan selesai.

1.5.     Pemotongan Dan Pembobokan (Cutting & Patching)

Pemborong bertanggung jawab atas penyelesaian/penyempurnaan kembali semua pemotongan dan pembobokan dari setiap konstruksi bangunan yang diperlukan untuk pekerjaan pemasangan instalasi elektrikal ini.

Kecuali hanya apabila dinyatakan lain pada gambar, maka setiap pemotongan atau pemasangan harus mendapat persetujuan tertulis dari pengawas.

Untuk sejauh mungkin menghindari adanya cutting, semua pekerjaan pemasangan insert, sleeves, raceway atau lubang-lubang harus dilaksanakan selama tahap konstruksi.

1.6.     Sleeves dan insert

Semua sleeves melalui lantai beton dan pada yang perlu untuk pemasangan instalasi elektrikal harus dilaksanakan oleh pemborong.

Sleeves cadangan harus dibungkus dan ditimbun dengan memakai grout.

Semua insert beton yang diperlukan untuk pemasangan instalasi peralatan listrik, termasuk inserts untuk conduits, hanger dan support harus dilaksanakan oleh pemborong.

1.7.     Proteksi

Semua bahan dan peralatan sebelum dan sesudah pemasangan harus dilindungi terhadap cuaca  dan harus dijaga selalu dalam keadaan bersih, semua ujung-ujung conduit dan bagian-bagian peralatan yang tetap tidak dihubungkan harus disumbat atau ditutup untuk mencegah masuknya kotoran.

1.8.     Pembersihan Site

Pemborong harus mengusahakan daerah kerja mereka selalu dalam keadaan bersih dan rapi selama pemasangan instalasi elektrikal ini. Pada saat pelaksanaan pekerjaan instalasi ini selesai pemborong harus memeriksa kembali keseluruhan pekerjaan dalam keadaan rapi, bersih dan siap pakai.

1.9.     Pengecatan

Semua bahan dan peralatan yang dicat yang menjadi lecet karena pengangkutan atau pemasangan harus segera ditutup dengan cat warna yang sesuai sehingga kembali ke kondisi semula.

1.10.  Bahan, Peralatan dan Tenaga Pelaksana

Bahan-bahan dan peralatan yang akan dipasang harus 100% baru, dalam keadaan baik dan sesuai dengan yang dimaksud. Cotoh bahan, brosur dan gambar kerja (shop drawings) harus diserahkan kepada pengawas 14 hari sebelum pemasangan.

Pemborong harus menempatkan secara tugas penuh (full-time) seorang koordinator yang ahli dalam bidangnya, berpengalaman dalam pekerjaan serupa dan dapat sepenuhnya mewakili pemborong dengan predikat baik. Tenaga pelaksana harus menangani pekerjaan-pekerjaan ini secara aman, kuat dan rapi.

1.10.1.         Material

  • Kabel Daya Tegangan Rendah
  1. Kabel Feeder Tegangan Rendah.
    1. Type            : NYY
    2. Standart        : – SII 0211-78

- SILN 43-1,1981

  1. Konstruksi

Berinti tiga, empat atau lima, konduktor dari bahan tembaga solid atau standart, bentuk bulat atau sektoral, insulasi PVC, selubung sebelah dalam dari PVC, dan selubung terluar dari PVC warna hitam, warna insulasi PVC masing-masing inti harus mengikuti kode warna dalam PUIL sebagai  berikut :

*      Phasa    : merah, kuning, dan hitam.

*      Netral    : biru.

*      Ground : hijau kuning.

  1. Tanda Pengenal

Pada sheat dari kabel harus diberi tanda pengenal yang tidak dapat dihapus; sebagai berikut di bawah ini :

*      Nominal voltage.

*      Type.

*      Ukuran nominal penghantar.

*      Tahun pembuatan.

*      Nama pembuat/merk dagang .

*      Pemeriksaan dan pengujian.

  1. Pemerikasaan dan pengujian terhadap kabel yang akan dipasang meliputi :

*      Pemeriksaan secara visual (appearance inspenction)

*      Pengujian tahanan dari penghantar

*      Pengujian tahanan insulasi.

*      Kabel harus buatan pabrik dalam negeri seperti supreme, kabel metal, kabelindo atau tranka.

  1. Kabel Instalasi Tegangan Rendah.
    1. Type            : NYA atau NYM
    2. Standart        : – SII 0211-78

- SILN 43-1,1981

  1. Konstruksi

Berinti satu atau tiga, konduktor dari bahan tembaga solid atau standart, bentuk bulat atau sektoral, insulasi PVC, selubung sebelah dalam dan selubung terluar dari bahan PVC; warna insulasi PVC masing-masing inti harus mengikuti kode warna dalam PUIL 2000 sebagai  berikut :

*      Phasa    : merah, kuning, dan hitam.

*      Netral    : biru.

*      Ground : hijau kuning.

  1. Tanda Pengenal

Pada sheat dari kabel harus diberi tanda pengenal yang tidak dapat dihapus; sebagai berikut di bawah ini :

*      Nominal voltage.

*      Type.

*      Ukuran nominal penghantar.

*      Tahun pembuatan.

*      Nama pembuat/merk dagang .

*      Pemeriksaan dan pengujian.

  1. Pemerikasaan dan pengujian terhadap kabel yang akan dipasang meliputi :

*      Pemeriksaan secara visual (appearance inspenction)

*      Pengujian tahanan dari penghantar

*      Pengujian tahanan insulasi.

*      Kabel harus buatan pabrik dalam negeri.

  • Panel switchgear tegangan rendah
  1. Type

Metal enclosed, air insulating medium, fixed type, manually operated, mechanically interlocked. Panel dan komponen-komponennya harus difinish untuk penggunaan di daerah  tropis ( panas dan lembab, pasangan dalam/indoor use)

  1. Standart

Panel switchgear harus dibuat sesuai dengan standart iec atau standart-standart lainya (NFC, VDE/DIN, NEMA , BS, JIS)

  1. Konstruksi

*      Panel switchgear TR akan dioperasikan pada tegangan 380/220 V, 3 phase, 4 kawat, 50 Hz dan solidly grounded.

*      Switchgear harus dapat dioperasikan dengan aman oleh petugas, misalnya pengoperasian sakeler-sakelar daya, pemutus tenaga, pemasangan kembali indicator-indicator gangguan, pengecekan tegangan, dan sebagainya.

*      Switchgear terdiri dari lemari – lemari yang akan digunakan untuk pemasangan peralatan – peralatan dan penyambungan. Lemari-lemari panel hanya mempunyai bukaan dari sisi sebelah depan.

*      Lemari untuk “panel board” harus mempunyai ukuran yang proporsional seperti dipersyaratkan untuk “panel board” dan sesuai  kebutuhan, sehingga untuk sejumlah komponen panel maupun untuk sejumlah kabel yang dipakai tidak menjadi terlalu sesak.

*      Kabinet panel terbuat dari bahan pelat baja dengan ketebalan minimum 1,2 mm. Panel-panel floor mounting / free standing harus diberi pengukat rangka dari baja siku atau kanan dengan ketebalan 1.5 mm, mempunyai ukuran standart sehingga dapat dipertukarkan dan diperluas dengan mudah.

*      Pintu panel dilengkapi dengan engsel type terbenam, handle (catch) dan kunci (lock).

*      Finishing panel harus dilaksanakan sebagai berikut semua mur dan baut harus tahan karat. Semua bagian dari baja harus bersih dan sandblasted setelah pengelasan, kemudian secepatnya dilindungi terhadap karat dengan cara galvanisasi atau chromium plating atau dengan zinc chromate primer. Pengecatan finishing dilakukan dengan dua lapis cat oven warna abu-abu atau warna lain yang disetujui oleh pengawas.

  1. Komponen-komponen panel

*      Busbar

Main bus harus dipasang horizontal disebelah atas.

Main dan tap busbar harus dari bahan tembaga dengan konduktifitas tinggi (98% atau lebih besar), dan harus mempunyai kuat hantar arus kontinu yang standart dan sesuai dengan yang dimaksud pada gambar.

Busbar harus dicat sesuai dengan kode warna dalam PUIL sebagai berikut :

+ phasa      : merah, kuning dan hitam.

+ netral      : biru.

+ ground    : hijau, kuning.

Busbar pentanahan terletak disebelah bawah, dimana akan diadakan penyambungan dengan penghantar pentanahan terhadap lemari panel, rangka dan badan peralatan dari metal, conduits dan lain-lain.

*      Circuit Breaker (CB)

CB kapasitas sampai dengan 100A adalah type mini circuit breaker (MCB) untuk kapasitas lebih besar dari 100A hingga 300A harus dari type adjusted case (MCCB) dan fixed/bolt-on. Handel pengoperasian CB harus dapat secara jelas menunjukkan apakah CB pada posisi on, off atau “ triped “.

CB harus mempunyai besaran-besaran ampere frame  (AF) dan ampere trip (AT) pada temperatur keliling 40oC, 600V ratings dan kemampuan pemutusan arus hubungan singkat minimum pada 380V (RMS symmetrical) sesuai seperti yang tercantum dalam gambar.

Main CB yang harus dilengkapi dengan pengaman terhadap gangguan ke tanah (ground fault protection). Produk yang dapat diterima adalah merk MG , AEG atau setara.

Untuk menjaga originalitas produk, maka semua CB harus disertai sertifikat keaslian barang dari produsen atau agen resmi yang ditunjuk.

*      Magnetic Contactor

Magnetic contactor harus dapat bekerja tanpa getaran atau dengung. Kumparan contactor harus sesuai untuk tegangan 220 volts, 50 Hz dan tahan bekerja continue pada 10% tegangan lebih tinggi dan harus dapat pula menutup dengan sempurna pada  85% tegangan nominal.

Contactor harus type heavy-duty, kemampuan minimal making current sebesar 15% arus nominal, dan kemampuan electrical operation sebanyak 2.000.000 kali.

*      Selector Switch

Selector switcher harus mempunyai rating 10 A pada 300 V, type heavy duty dan kedap minyak.

*      Lampu Indikator / Pilot lamp

Lampu indikator harus type full voltage, heavy duty dan kedap minyak.

Lampu indikator harus dilapisi nickel dengan lensa dari gelas prismatic, pemasangan secara ulir dengan diameter ± 2.5 mm, lampu harus type long life.

*      Terminal Block

Terminal block untuk kabel-kabel control harus diberikan batas penghalang diantaranya, dengan rating 600 volts minimum.

Terminal block harus disediakan sesuai kebutuhan ditambah 20% terminals untuk cadangan.

*      Name Plate

Name plate harus terbuat dari plastik gravis berlaminasi, putih bagian dalam dan bagian hitam pada bagian permukaan.

Huruf-huruf  harus huruf block dengan ukuran minimum 4 mm.

*      Kabel Kontrol

Control circuit conductor harus jenis kabel fleksibel dengan penampang konduktor tidak kurang dari 2.5 mm2, rating tegangan 600 V .

Kabel kontrol harus buatan pabrik kabel dalam negeri.

  1. Pengawatan (Internal Wiring )

Pengawatan harus dilakukan di pabrik pembuat panel secara sistematik dan rapih. Semua hubungan kawat harus dilakukan melalui penghubung / terminal khusus.

Ujung kabel harus dilengkapi dengan sepatu kabel dan hubungan keduanya diperkuat dengan cara dipres.

Hubungan antara sepatu kabel dan terminal harus dengan mur dan baut serta dilengkapi dengan ring yang bergerigi tepinya untuk menghindari kemungkinan hubungan menjadi longgar. Pengawatan dari peralatan-peralatan yang dipasang pada pintu panel yang menuju pada satu kompartemen harus digabung dalam satu bendel yang fleksibel dan diikat kuat-kuat pada pintu dan rangka panel untuk menghindari gejala pemutaran pada terminal kabel control. Interwiring harus kontinu dari terminal ke terminal tanpa sambungan, dan setiap kabel control harus diberikan label bernomor yang harus dicantumkan pada gambar-gambar kerja (shop drawing).

  1. Pemeriksaan dan Pengujiaan

Pemeriksaan dan pengujiaan meliputi :

  1. Pemeriksaan secara visual (appearance inspection) terhadap kelengkapan peralatan apakah sudah sesuai dengan yang dimaksud.
  2. Pemeriksaan alat-alat interlock dan fungsi kerja handle.
  3. Pemeriksaan kekuatan mekanis dari handel dan alat interlock
  4. Pengujian tahanan insulasi.
  5. Pengujian kontinuitas rangkaian.
  6. Pengujian dengan tegangan.
  • Lampu Penerangan dan Kotak Kontak.

Lampu dan armaturnya harus sesuai dengan yang dimaksudkan, seperti yang dilukiskan dalam gambar-gambar elektrikal.

  1. Type, Standart dan Konstruksi
  1. Lampu flourescent (TL)

Semua lampu flourescent dan lampu discharge lainnya harus dikompensasi dengan “power factor corection capassitor” yang cukup untuk mencapai p.f. 85%-95%.

Kapasitor harus dipasang paralel dan dilengkapi dengan sekring kecil untuk menghindari bahaya kebocoran kapasitor.

Reflector harus mempunyai lapisan pemantul cahaya berwarna putih atau mengkilap dengan derajat pemantul yang tinggi.

Box tempat ballast, kapasitor, dudukan stater dan terminal bok harus cukup besar dan dibuat sedemikian rupa sehingga panas yang ditimbulkan tidak menggangu kelangsungan kerja dan umur teknis komponen lampu itu sendiri.

Ventilasi didalam box harus dibuat dengan sempurna

Kabel-kabel dalam box harus diberikan saluran atap klem-klem tersendiri sehingga tidak menempel pada ballast atau kapasitor. Box terbuat dari pelat baja tebal minimum 0.5mm dicat dasar tahan karat, kemudian cat akhir dengan cat oven warna putih.

Ballast harus dari jenis yang baik, tidak menimbulkan panas yang tinggi, komponen pengisinya tidak meleleh, dan memiliki power factor yang tinggi. Ballast harus mempunyai dudukan yang kuat dalam box lampu, tetapi mudah dibuka untuk diperiksa atau diangkat.

Yang harus dipergunakan adalah single lamp ballast (satu ballast untuk satu tabung lampu flourescent).

Tabung fluorescent harus dengan warna cahaya cool daylight.

Lampu TL harus sudah lengkap dengan kap reflector dibuat dari pelat baja dengan bentuk seperti gambar rencana.

  1. Kotak-Kontak Biasa (KKB)

Kotak-kontak biasa yang dipakai adalah kotak kontak satu fasa. Semua kotak kontak harus memiliki terminal fasa, netral dan pentanahan. Kotak-kontak harus dari satu type, untuk pemasangan rata dinding, dengan rating 250 Volts 10 Amp. Semua stop kontak dinding dipasang 30 cm dari lantai.

  1. Sakelar dinding

Sakelar biasa harus dari type untuk pemasangan rata dinding, mempunyai rating 250 Volts 10 Amp dari jenis single gang atau double gang atau multiple gangs (grid switches). Semua sakelar dinding dipasang 150 cm dari lantai.

  1. Kabel instalasi

Pada umumnya kabel instalasi penerangan dan instalasi kotak kontak harus kabel inti tembaga dengan insulasi PVC, satu inti atau lebih (NYA atau NYM)

Kabel harus mempunyai penampang minimum 2.5 mm2.

Kode warna kabel harus mengikuti ketentuan dalam PUIL, sebagai berikut :

*      Fasa 1          :         Merah.

*      Fasa 2           :         Kuning.

*      Fasa 3           :         Hitam.

*      Netral            :         Biru.

*      Tanah (ground) :      Hijau – Kuning

  1. Pipa instalasi pelindung kabel

Pipa instalasi pelindung kabel yang dipakai adalah pipa conduit khusus untuk instalasi listrik, pipa, elbow, socket junction box dan accessories lainya yaitu pipa flexible harus dipasang untuk melindungi kabel antara junction box dan armatur lampu.

Semua instalasi kabel yang ada berada dalam pipa pelindung.

  1. Pemasangan
  1. Lampu – lampu

*      Semua fixture penerangan dan perlengkapan-perlengkapan harus dipasang oleh tukang-tukang yang berpengalaman dengan cara yang benar dan disetujui pengawas seperti yang ditunjukkan dalam gambar.

*      Pada daerah yang tidak memakai ceiling pemasangan lampu menempel pada kanal yang dipasang lengkap dengan penggantungnya.

*      Pada waktu pemeriksaan akhir semua “fixture” dan perlengkapan harus sudah siap menyala. Bebas dari cacat. Semua fixtures dan perlengkapan harus bersih bebas dari debu, plastes dan lain lain. Semua reflector, kaca, panel pinggir atau bagian-bagian lain yang rusak sebelum pemeriksaan akhir harus diganti oleh pemborong tanpa biaya tambahan.

  1. Sakelar dan Stopkontak

Kecuali tercatat atau dipersyaratkan lain, tinggi pemasangan kotak sekelar dinding, harus 150 cm.

Dimana ada lebih dari lima sekelar dinding atau stop kontak ditunjuk pada tempat yang sama, maka dua deret kotak tunggal, ganda atau “multigang” sesuai dengan kebutuhan harus dipasang satu diatas yang lain, dan titik tengah deretan-deretan tersebut harus berada 1.50 m diatas permukaan lantai.

Kotak kontak outlet dekat pintu atau jendela harus dipasang ± 20 cm dari pinggir kusen pada sisi kunci seperti ditunjukkan dalam gambar-gambar arsitektur, kecuali ditunjukkan lain oleh pengawas.

  • Pompa Air
  1. Pompa air digunakan untuk mendistribusikan air sesuai system yang ada dengan kapasitas pompa seperti yang dipersyaratkan.
  2. Pompa air tersebut menggunakan tenaga listrik dengan tegangan 220 Volt atau 380 Volt sesuai dengan spesifikasi pompa air.
  3. Pompa air harus dipasang di atas dudukan beton dengan ketinggian yang sesuai dengan ketinggian pipa yang terhubung dengannya.
  4. Badan pompa air harus diketanahkan atau digrounding dengan sempurna.

1.10.2.         Pemeriksaan dan Pengujian

  • Pemeriksaan dan pengujiaan seluruh instalasi system penerangan dan kotak kontak diselenggarakan setelah seluruh pekerjaan selesai.
  • Pemeriksaan dan pengujian tersebut terdiri dari :

*      Pemeriksaan secara visual (appearance inspection) terhadap kelengkapan peralatan, apakah sudah sesuai dengan yang dimaksud.

*      Pemeriksaan fungsi kerja dan kekuatan mekanis dari peralatan.

*      Pengujian sambungan-sambungan.

*      Pengujian tahanan isolasi.

*      Pengujian pentanahan.

*      Pengujian pemberian tegangan.

  • Paling lambat dua (2) minggu sebelum pengujian dilaksanakan, pemborong harus sudah mengajukan jadwal dan prosedur pengujian kepada pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
  • Pengujian harus disaksikan oleh pengawas.
  • Pemborong harus membuat catatan (record) mengenai hasil pengujian, dan copy diserahkan kepada pengawas.
  • Seluruh pengujian diselenggarakan oleh pemborong, dan segala biaya untuk itu ditanggung oleh pemborong.
Categories: All About Project | Tinggalkan komentar

Metode Pekerjaan Mekanikal Gedung


PEKERJAAN MEKANIKAL

  1. 1.   Pekerjaan Instalasi Sistem Perpipaan Air Bersih

 

1.1.    PERATURAN ATAU ACUAN

Pemasangan instalasi ini pada dasarnya harus memenuhi peraturan sebagai   berikut :

1.  Pedoman Plambing Indonesia.

2.  Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. Per. 05/ MEN/1982.

3.  Keputusan Menteri P.U. No. 02/KPTS.1985.

4.  Standar SNI dan SII.

1.2.    GAMBAR – GAMBAR

1.  Gambar-gambar rencana dan persyaratan-persyaratan ini merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi dan sama mengikatnya.

2.  Gambar-gambar sistem ini menunjukkan secara umum tata letak dari peralatan, sedangkan pemasangan harus dikerjakan dengan memperhatikan kondisi yang ada dan mempertimbangkan juga kemudahan service maintenance jika peralatan-peralatan sudah dioperasikan.

1.3.    KOORDINASI

1.  Pemborong instalasi ini hendaknya bekerjasama dengan Pemborong Instalasi lainnya, agar seluruh pekerjaan dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan.

2.  Koordinasi yang baik perlu ada, agar instalasi yang satu tidak menghalangi kemajuan instalasi yang lain.

3.  Apabila pelaksanaan instalasi ini menghalangi instalasi yang lain, maka semua akibatnya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.4.    PELAKSANAAN PEMASANGAN

Pemborong harus mengadakan pemeriksaan ulang atas segala ukuran dan kapasitas peralatan yang akan dipasang. Apabila ada sesuatu yang diragukan, Pemborong harus segera menghubungi Direksi / Konsultan Pengawas . Pengambilan ukuran dan / atau pemilihan kapasitas peralatan yang salah akan menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.5.    TESTING DAN COMMISSIONING

1.  Sebelum Testing dan Commisioning dilaksanakan pemborong wajib mengajukan terlebih dahulu program Testing dan Commisioning.

2.  Pemborong instalasi ini harus melakukan semua testing dan pengukuran yang dianggap perlu dan atau yang diminta oleh Direksi / Konsultan Pengawas, apakah keseluruhan instalasi dapat berfungsi dengan baik dan dapat memenuhi semua persyaratan yang diminta.

3.  Semua bahan, perlengkapan dan instalasi lain yang diperlukan untuk mengadakan testing tersebut merupakan tanggung jawab Pemborong.

1.6.    MASA PEMELIHARAAN DAN SERAH TERIMA PEKERJAAN

  1. Selama masa pemeliharaan ini, Pemborong instalasi ini diwajibkan mengatasi segala kerusakan yang akan terjadi tanpa adanya tambahan biaya.
  2. Selama masa pemeliharaan ini, seluruh instalasi yang telah selesai dilaksanakan masih merupakan tanggung jawab Pemborong sepenuhnya.
  3. Selama masa pemeliharaan ini, apabila Pemborong instalasi ini tidak melaksanakan teguran dari Direksi/Konsultan Pengawas atas perbaikan/ penggantian/penyetelan yang diperlukan, maka Direksi/Konsultan Pengawas berhak menyerahkan perbaikan/ penggantian/ penyetelan tersebut kepada pihak lain atas biaya Pemborong instalasi ini.
  4. Serah terima pertama dari instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah ada bukti pemeriksaan dengan hasil yang baik.
  5. Serah terima setelah masa pemeliharaan instalasi ini baru dapat dilaksanakan setelah Berita Acara serah terima kedua yang menyatakan bahwa instalasi ini dalam keadaan baik, ditandatangani bersama Pemborong dan Direksi / Konsultan Pengawas.

1.7.    PENANGGUNG JAWAB PELAKSANAAN

Pemborong instalasi ini harus menempatkan seorang penanggung jawab pelaksanaan yang ahli dan berpengalaman yang harus selalu berada di lapangan, yang bertindak sebagai wakil dari pemborong dan mempunyai kemampuan untuk memberikan keputusan teknis dan yang bertanggung jawab penuh dalam menerima segala instruksi yang akan diberikan oleh pihak Direksi. ­Penanggung jawab tersebut di atas juga harus berada di tempat pekerjaan pada saat diperlukan/dikehendaki oleh pihak Direksi / Konsultan Pengawas.

1.8.    PENAMBAHAN/PENGURANGAN/PERUBAHAN INSTALASI

1.    Pelaksanaan instalasi yang menyimpang dari rencana yang disesuaikan dengan kondisi lapangan, harus mendapat persetujuan tertulis dahulu dari pihak konsultan Perencana dan Direksi / Konsultan Pengawas.

2.    Perubahan material, dan lain-lainnya harus diajukan oleh pemborong kepada Direksi / Konsultan Pengawas, secara tertulis dan pekerjaan tambah / kurang / perubahan yang ada harus disetujui oleh Direksi / Konsultan Pengawas secara tertulis.

1.9.    IJIN-IJIN

Pengurusan ijin-ijin yang diperlukan untuk pelaksanaan instalasi ini serta seluruh biaya yang diperlukannya menjadi tanggung jawab Pemborong.

1.10. PENJELASAN UMUM

  1. Pemborong harus melaksanakan semua pekerjaan yang tertera dalam gambar-gambar, pengadaan/ pemasangan barang dan aksesoris sebagaimana tersebut pada RKS ini, dan segala sesuatu yang diperlukan sehingga seluruh sistem dapat berfungsi dengan sempurna.
  2. Bila dalam uraian berikut tidak secara lengkap menguraikan persyaratan-persaratan atas pekerjaan-pekerjaan seperti tersebut pada butir-butir berikut, maka persyaratan teknisnya dianggap telah diuraikan pada pasal-pasal sebelumnya.
  3. Pelaksanaan pekerjaan mekanikal yang dilaksanakan adalah pekerjaan instalasi sistem perpipaan air bersih.
  4. Spesifikasi dan gambar menunjukkan diameter minimal dari pipa dan letak serta arah dari masing-masing sistem pipa.
  5. Seluruh pekerjaan, terlihat pada gambar dan atau spesifikasi dipasang terintegrasi dengan kondisi bangunan dan menghindari gangguan dengan bagian lainnya.
  6. Bahan pipa maupun perlengkapan harus terlindungi dari kotoran, air karat dan stress sebelum, selama sesudah pemasangan.
  7. Untuk pipa besi di bawah tanah diberi lapisan cat / pita anti karat dengan ketebalan 2-3 mm dan diberi plingkut, kain / karung goni, diplingkut dari cahaya dan diberi pasir.
  8. Khusus pipa dan perlengkapan dari bahan plastik, Poli Vinil Chloride (PVC), harus juga terlindung dari cahaya matahari.

1.11. PERSYARATAN TEKNIS UMUM

  1. Semua pekerjaan instalasi sistem perpipaan air bersih tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan uraian teknisnya dan memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh instansi yang berwenang, dalam hal ini adalah Dinas Pekerjaan Umum setempat
  2. Pemasangan instalasi sistem perpipaan air bersih harus sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan dan semua peraturan yang berlaku di Indonesia.
  3. Kontraktor harus mempelajari dan memahami kondisi tempat yang ada, agar dapat mengetahui hal yang akan mengganggu / mempengaruhi pekerjaan lainnya. Dan apabila timbul persoalan, pemborong wajib mengajukan saran penyelesaiannya paling lambat 1 minggu sebelum bagian pekerjaan ini diselesaikan.
  4. Persyaratan teknis dan gambar-gambar yang menyertainya dimaksudkan untuk menjelaskan dan menegaskan tentang segala pekerjaan, bahan-bahan, peralatan-peralatan yang dibutuhkan untuk pemasangan, pengujian dan penyetelan (adjusting) dari seluruh sistem, agar lengkap dan siap untuk bekerja dengan baik.
  5. Pemborong harus mempunyai tenaga kerja yang berpengalaman dalam menangani instalasi sistem perpipaan air bersih beserta pengadaan peralatan-peralatan yang akan digunakan.
  6. Semua pekerjaan instalasi sistem perpipaan air bersih tersebut harus dilaksanakan sesuai dengan gambar dan spesifikasi teknisnya, serta memenuhi semua persyaratan yang telah ditentukan oleh instansi yang berwenang.
  7. Pengadaan dan pemasangan perlengkapan-perlengkapan lainnya agar sistem bekerja dengan baik, benar, aman walaupun pada gambar dan spesifikasi tekniknya tidak dicantumkan/disebutkan secara jelas; misalnya fitting-fitting dan accessoriesnya.
  8. Pemborong wajib mengirimkan contoh bahan atau brosur dari alat-alat tersebut dan menunggu persetujuan pengawas sebelum bahan atau alat tersebut dipasang.
  9. Penawaran peralatan/material harus disertakan dengan brosur lengkap dan pemilihan ditandai dengan jelas.
  10. Sebelum pekerjaan dilaksanakan, pelaksana wajib menunjukan gambar-gambar rencana (shop drawing) kepada Direksi / Konsultan Pengawas.
  11. Peralatan-peralatan tambahan yang diperlukan walaupun tidak digambarkan atau disebutkan dalam spesifikasi ini harus disediakan oleh pelaksana.

1.12.     LINGKUP PEKERJAAN

Termasuk dalam lingkup pekerjaan ini adalah :

  1. Pengadaan dan pemasangan secara sempurna unit-unit peralatan yang diperlukan dalam sistim perpipaan air bersih dan bronscape.
  2. Pengujiaan / pengetesan terhadap kebocoran pipa-pipa dengan tekanan hidrolik per bagian, dan selanjutnya pengujian keseluruhan jaringan instalasi yang ada.
  3. Pengujian (test run) sistem secara keseluruhan dan mengurus izin-izin yang diperlukan dari dinas-dinas terkait ( PDAM / Dinas Pekerjaan Umum dan lain-lain ).

1.13.     PERSYARATAN TEKNIS KHUSUS

  1. Perpipaan dan Aksesoris

Semua pekerjaan pemipaan harus dilaksanakan sesuai dengan ketentuan seperti di bawah ini:

  1. Pipa-pipa air harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak ada hawa busuk yang keluar dari pipa tersebut, tidak ada rongga-rongga udara, letaknya lurus dan rata.
  2. Pipa-pipa panjang tak bersambung harus dipakai pada konstruksi saluran-saluran pipa (sesuai dengan panjang pipa normalisasi), kecuali jika panjang yang dibutuhkan tidak membutuhkan seluruh panjang.
  3. Pipa-pipa harus dipasang sedemikian rupa hingga tidak banyak dilakukan tekanan-tekanan.
  4. Sambungan-sambungan harus halus dan di dalamnya tidak tersumbat apapun. Pemotongan pipa dilakukan dengan alat cutter khusus pipa untuk menghasilkan pemasangan yang rapi.
  5. Di tempat-tempat dimana pipa menembus tembok beton / perkerasan jalan harus dilengkapi dengan pembungkus (sleeve) dari pipa besi yang mempunyai diameter lebih besar daripada pipa yang dibungkus / dilindungi.
  6. Pipa harus bertumpu pada penyangga (support) untuk mencegah timbulnya getaran; dimana jarak penyangga yang satu dengan yang lainya disesuaikan agar memudahkan pemasangan dan pembongkaran serta disesuaikan dengan keadaan di lapangan.
  7. Saluran pipa dan sambungan-sambungan harus dibuat dengan cermat hingga menjamin bahwa air mengalir dengan lancar dan memungkinkan pengontrolan sistemnya.
  8. Ujung-ujung pipa dan lubang-lubang harus ditutup selama pemasangan, untuk mencegah kotoran memasuki pipa.
  9. Pengujian pekerjaan instalasi seperti diuraikan dalam ayat-ayat berikut harus dilaksanakan sebelum pekerjaan finishing dimulai :
    1. Pengujian dalam hal ini berlaku untuk keseluruhan instalasi sistem perpipaan.
    2. Pengujian jaringan instalasi :
      1. Semua pipa-pipa serta saluran-saluran utama harus diuji hingga tekanan hidroliknya 7 kg/cm2 atau sekurang-kurangnya 2 kali tekanan biasa untuk pipa air bersih tanpa mengalami kebocoran. Air harus dipaksa memasuki saluran-saluran utama dengan pompa dan dibiarkan mengalir dengan tekanan yang ditentukan selama (empat) jam tanpa mengalami perubahan tekanan. Pada prinsipnya pengujian dilakukan bagian demi bagian dari panjang maksimum 100 m. Biaya pengetesan serta alat-alat yang diperlukan adalah tanggung jawab pemborong / kontraktor.
      2. Tidak boleh menutup bagian pipa atau fittingnya sebelum disetujui oleh pengawas.
      3. Pengujian harus disaksikan oleh Direksi / Konsultan Pengawas dengan diketahui oleh Pimpro atau yang mewakili.
      4. Pengujian dilakukan dengan menjalankan seluruh sistem atau peralatan yang dipakai dalam sistem yang dimaksud.
      5. Pemborong / kontraktor harus membuat berita acara pengujian.
      6. Segala cacat yang ada harus diperbaiki oleh pemborong atas biaya sendiri, sampai disetujui pemberi tugas / pengawas. Peralatan dan fasilitas untuk pengujian harus disediakan oleh pelaksana.
      7. Agar fitting-fitting tidak bergerak jika diberikan beban tekanan, maka pipa disekitar fitting harus dipasang bertumpu pada penyangga dari beton, khususnya pada tempat-tempat belokan pipa.
      8. Penyambungan pipa
        1. Penyambungan pipa PVC menggunakan system rubber ring joint. Bagian yang akan disambung harus dibersihkan lebih dahulu dan dan dipasang / disambung secara benar dan rapi.
        2. Penyambungan pipa Galvanized bias dilakukan dengan sistem pengelasan atau flange sesuai dengan gambar.
  1. Desinfektan
    1. Kontraktor harus melaksanakan pembilasan desinfektan dari seluruh instalasi air sebelum diserahkan kepada pemberi tugas.
    2. Desinfektan dilakukan dengan memasukkan larutan chlorine sekurang-kurangnya 50 mg/ltr ke dalam sistem pipa, dengan cara / metode yang disetujui oleh Konsultan Pengawas.
    3. Setelah 24 jam, sisa chlorine diperiksa kembali untuk kemudian dilakukan pembilasan sistem pipa dengan air bersih.
    4. Semua katup dalam sistem pipa yang sedang mengalami proses desinfektan tersebut harus dibuka dan ditutup beberapa kali selama jangka waktu 24 jam tersebut di atas.
    5. Selama pelaksanaan instalasi ini berjalan, kontraktor harus memberi tanda-tanda dengan pensil / tinta merah pada dua set gambar plumbing, atas segala perubahan, penghapusan, atau penambahan pada rencana instalasi tersebut. Gambar tersebut akan diserahkan kepada Pengelola Proyek/ Konsultan Pengawas.
    6. Kontraktor harus menyerahkan kepada Pengelola Proyek / Konsultan Pengawas, gambar instalasi sesungguhnya, sebagaimana yang terpasang pada bangunan (as-built drawing) yang memuat lengkap semua perubahan yang telah dilakukan. Gambar-gambar tersebut dibuat dengan tinta diatas kertas kalkir.
    7. Kontraktor harus memberikan garansi tertulis kepada pemberi tugas, bahwa seluruh instalasi distribusi air bersih akan bekerja dengan memuaskan, dan bahwa kontraktor akan menanggung semua biaya atas kerusakan /penggantian yang diperlukan selama jangka waktu masa pemeliharaan.
    8. Jenis dan kualitas bahan
      1. Pipa-Pipa PVC :

-    menggunakan pipa PVC – RRJ dan produksi atau merk yang sudah mendapat klasifikasi  SNI / SII.

-    fitting-fittingnya harus standart, dikeluarkan oleh pabrikan yang disetujui dan sama dengan yang memproduksi pipa serta harus disambungkan dengan memakai rubber ring joint sesuai instruksi pabrikan.

  1. Valve-valve

Untuk instalasi air bersih berlaku ketentuan sebagai berikut:

-    Water valve dengan diameter sampai dengan 2” adalah jenis screw bronze body.

-    Water valve dengan diameter antara 2” – 3” adalah jenis flange bronze body.

-    Water valve dengan diameter lebih besar dari 3” adalah jenis flange steel body

Tekanan kerja dari valve-valve harus disesuaikan dengan fungsinya.

  1. Persyaratan Pemasangan
  1. Umum

a)    Perpipaan harus dikerjakan dengan cara yang benar untuk menjamin kebersihan dan kerapian.

b)   Pekerjaan harus ditunjang dengan suatu ruang yang longgar, tidak kurang dari 50 mm diantara pipa-pipa atau dengan bangunan & peralatan.

c)    Semua pipa dan fitting harus dibersihkan dengan cermat dan teliti sebelum dipasang, membersihkan semua kotoran, benda-benda tajam/runcing serta penghalang lainnya.

d)    Pekerjaan perpipaan harus dilengkapi dengan semua katup-katup yang diperlukan antara lain katup penutup, pengatur, katup balik dan sebagainya, sesuai dengan fungsi sistem dan yang diperlihatkan dalam gambar.

e)    Sambungan lengkung, reducer ,expander dan sambungan-sambungan cabang pada pekerjaan perpipaan harus mempergunakan fitting buatan pabrik.

f)        Katup (valves) dan saringan (strainers) harus mudah dicapai untuk pemeliharaan dan penggantian. Pegangan katup (valve handled) tidak boleh menukik.

g)    Pekerjaan perpipaan ukuran jalur penuh harus diambil lurus tepat ke arah pompa dengan proporsi yang tepat pada bagian-bagain penyempitan. Katup-katup dan fitting pada pemipaan demikian harus ukuran jalur penuh.

h)    Semua galian, harus juga termasuk pengurungan serta pemadatan kembali sehingga kembali seperti kondisi semula.

i)        Pekerjaan perpipaan tidak boleh digunakan untuk pentanahan listrik.

  1. Cara Pemasangan Pipa dalam Tanah

a)    Penggalian untuk mendapatkan lebar dan kedalaman yang cukup, minimum 75 cm di bawah tanah, di bawah pipa air minum.

b)   Pemadatan dasar galian sekaligus membuang benda-benda keras.

c)    Membuat tanda letak dasar pipa setiap interval 2 meter pada dasar galian dengan adukan semen.

d)    Urugan pasir minimum 10 cm di bawah dan 10 cm di atas pipa kemudian diurug dengan tanah tanpa benda keras.

e)    Pipa yang telah tersambung dilettakan di atas dasar (dudukan).

f)        Dibuat blok beton setiap interval 2 meter atau disesuaikan dengan kondisi sambungan pipa, fitting, dan kondisi lapangan.

g)    Untuk pipa yang menyeberangi jalan harus diberi pipa pengaman (selubug) baja atau beton.

  1. Sambungan cincin karet

a)    Penyambungan antara pipa PVC dan fitting mempergunakan sambungan cincin karet atau rubber ring joint berlaku untuk ukuran sesuai yang dipersyaratkan.

b)   Semua pemotongan pipa harus memakai pipe cutter dengan pisau roda atau peralatan lainnya yang sesuai sehingga hasil potongan sesuai standar.

c)    Tiap ujung pipa bagian dalam harus dibersihkan dari bekas cutter dengan reamer.

d)    Semua pipa harus bersih dari bekas bahan perapat sambungan.

  1. Sambungan Las

a)    Sambungan las ini berlaku antara pipa galvanized dan fittingnya seperti yang dalam gambar atau yang dipersyaratkan. Kawat las atau elektrode yang dipakai harus sesuai dengan jenis pipa yang dilas.

b)   Sebelum pekerjaan las di mulai Pemborong harus mengajukan kepada direksi contoh hasil las untuk mendapat persetujuan tertulis.

c)    Tukang las harus mempunyai sertifikat dan hanya boleh bekerja sesudah mempunyai surat ijin tertulis dari Direksi / Konsultan Pengawas.

d)    Setiap bekas sambungan las harus segera dicat dengan cat khusus untuk itu.

e)    Alat las yang boleh dipergunakan adalah alat las listrik yang berkondisi baik menurut penilaian Direksi / Konsultan Pengawas.

  1. Pembersihan

Setelah pemasangan dan sebelum uji coba pengoperasian dilaksanakan, pemipaan di setiap service harus dibersihkan dengan seksama, menggunakan cara-cara / metoda-metoda yang disetujui sampai semua benda-benda asing disingkirkan.

  1. Testing dan Commissioning

Pemborong pekerjaan instalasi harus melakukan semua testing pengukuran secara partial dan secara system, untuk megetahui apakah instalasi yang sudah dilaksanakan berfungsi dengan baik dan memenui persyaratan yang ditentukan .

Semua tenaga, bahan, perlengkapan yang perlu untuk testing merupakan tanggung jawab pemborong, sehingga semua persyaratan test yang dianjurkan oleh pabrik hingga dapat dilakukan dan diketahui hasil test sesuai pesyaratan yang ditentukan.

  1. Pembuatan Pengadaan Bak Air Bersih Dan Kelengkapannya
  1.  Ketentuan Umum
    1. Pekerjaan pembuatan / pengadaan reservoir ini terkait dengan system pendistribusian air bersih dipasang lengkap dengan peralatan-peralatan yang diperlukan sehingga seluruh sistem dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Pemasangan dan penempatan reservoir ini sehingga dapat pada gambar rencana
  1.  Pembuka bak air atas

Lingkup Pekerjaan

Bagian ini meliputi penyediaan bahan-bahan, peralatan dan tenaga untuk pembuatan reservoir ini sehingga dapat difungsikan berikut seluruh pekerjaan lainnya yang berkaitan sesuai dengan gambar-gambar.

  1.  Bahan-bahan

Beton cor di tempat. Dinding, tutup, dan lantai reservoir dari konstruksi beton bertulang cor setempat dilaksanakan dengan campuran beton.

 

Categories: All About Project | Tinggalkan komentar

No More Safe


OOOOH

Categories: All About Project | Tinggalkan komentar

Jadwal keberangkatan KMP ferry TAO TOBA


KMP  TAO  TOBA  II

Bagi  kawan – kawan  yang  merencanakan  melanjutkan  perjalanan  Dari  Ajibata  Menuju  Tomok  atau

sebaliknya mungkin  panduan  jadwal  dibawah  akan  sedikit  membantu 

Hanya  saja  kalau  pada  saat  bulan Desember atau  Januari  terkadang  ada  penambahan  Ferry  , Saya  sarankan  kalau  mau menyeberang  dari Ajibata  atau  sebaliknya  pada  bulan – bulan  tersebut  mungkin  akan  ada  antrian  panjang   mobil yang  akan memyeberang  ,jadi  harap  datang  lebih  awal.

KMP  TAO TOBA  I

Catatan  :  Jadwal  tersebut  dibawah  hanya  berlaku  untuk  KMP  Ferry  II . Untuk  KMP  Ferry  I  biasanya  di operasikan pada  saat  KMP Ferry II   overload.  Jadi  jadwal untuk KMP I  terkadang  disesuaikan dengan kebutuhan  di lapangan.!

Sambil  menunggu  giliran  , mungkin  sejenak  anda  dapat menikmati  Pantai  LONG  BEACH  bersama  keluarga atau teman anda, lokasi pantai  kira – kira   50 meter  dari pelabuhan  Ferry , atau  mungkin  menikmati  kuliner  ikan  mas  bakar , napinadar dan  menu  khas  Toba lainnya  , persis  di depan pelabuhan  Ferry  banyak  rumah makan  menyajikan  berbagai  macam  menu , sebaiknya  tanya  harga  makanan nya  dulu  sebelum  memesan makanan , karena  kebanyakan  rumah makan  tersebut  tidak  menyediakan  daftar  harga  makanan.!!


Jadwal keberangkatan KMP ferry TAO TOBA II,

Dari Tomok menuju Ajibata:
~ Trip I berangkat pada pukul : 07.00 WIB
~ Trip II berangkat pada pukul : 10.00 WIB
~ Trip III berangkat pada pukul : 13.00 WIB
~ Trip IV berangkat pada pukul : 16.00 WIB
~ Trip V berangkat pada pukul : 19.30 WIB (trip terakhir)

Dari Ajibata menuju Tomok:
~ Trip I berangkat pada pukul : 08.30 WIB
~ Trip II berangkat pada pukul : 11.30 WIB
~ Trip III berangkat pada pukul : 14.30 WIB
~ Trip IV berangkat pada pukul : 17.30 WIB
~ Trip V berangkat pada pukul : 21.30 WIB (trip terakhir)

Categories: Lake Toba - North Sumatra | Tinggalkan komentar

Ajeng Astriani : Dari Pengamen Jalanan Menuju Ajang Mamamia Show


Ajeng Astriani : Dari Pengamen Jalanan Menuju Ajang Mamamia Show

Perjalanan hidup manusia memang tidak bisa ditebak. Begitu pula perjalanan hidup Ajeng Astriani. Jika dulunya ia biasa mentas di atas bis kota dengan mengamen, kini jutaan pemirsa layar kaca menjadi saksi bahwa Ajeng memiliki bakat menyanyi yang lumayan.

Kehadiran Ajeng, seorang pengamen jalanan dalam ajang pencarian bakat tingkat nasional “Mamamia Show” memang memberikan warna tersendiri. Ajeng menjadi pendobrak keberanian di kalangan pengamen untuk tampil berkompetisi di depan publik.

Ajeng telah membuktikan bahwa pengamen jalananpun memiliki bakat yang tak kalah bagus dibandingkan dengan mereka yang hidup berkecukupan. Dan lewat ajang pencarian bakat itulah kini dara kelahiran tahun 1994 ini berhasil mengangkat status ekonomi keluarga. Ajeng, yang dulunya naik turun bis kota untuk mengais rejeki, kini sudah memiliki mobil sendiri. Bahkan ia juga memiliki rumah singgah untuk anak-anak jalanan.

Sayang Orang Tua
Di mata orangtuanya, Ajeng merupakan anak yang menyenangkan dan
membanggakan. Ia dikenal sebagai anak yang riang, tak pernah mengeluh.
Apalagi sejak kecil ia sudah mengalami pahit getirnya kehidupan. Harry, papanya, tak bisa bekerja karena sakit keras. Terpaksa mama Cindy berjualan dengan modal seadanya. Sayang sekali usaha itu bangkrut.

Ketika duduk di kelas 3 SD orangtuanya diusir dari rumah kontrakan lantaran tak mampu membayar. Dan hampir setiap hari ada saja penagih utang yang dengan kasar meneror orangtuanya.

Beratnya beban ekonomi keluarga inilah yang membuat Ajeng bertekad untuk mencari uang sendiri dengan cara mengamen.

Setiap pagi Ajeng keluar rumah untuk “ngamen” bersama mamanya. Ngamennya di dalam bis kota. Sehari ia bisa mengamen di dalam 40 bis, lumayan hasilnya, bisa untuk makan sekeluarga. Dalam sehari Ajeng bisa mendapatkan uang sekitar Rp. 50 ribu sampai Rp. 100.000,-.

Seiring dengan rutinitas ngamennya ini, bangku sekolah mulai ditinggalkan Ajeng. Selama empat tahun dirinya berhenti bersekolah dan praktis hari-harinya diisi dengan kegiatan mencari nafkah. Karena sering pulang malam, sebagai seorang ibu, Cindy tidak tega membiarkan Ajeng. Apalagi putrinya mulai beranjak remaja. Takut kalau-kalau ada hal buruk yang akan menimpa Ajeng, maka Cindy pun memutuskan untuk menemani Ajeng mengamen.

“Mama sudah tidak tahu lagi mau usaha apa, karena itu mama mengijinkan Ajeng mengamen. Kalau mama yang mengamen, adik-adik Ajeng tidak ada yang jaga,” tutur Cindy.

Rutinitas tersebut dijalani Ajeng dengan senang hati. Ia tidak berkeluh
kesah, hingga pada suatu hari Tuhan membuka jalan yang tak pernah mereka pikirkan.

“Pada suatu hari ketika Ajeng mengamen, ada seorang ibu, penumpang bis jurusan Grogol Kampung Rambutan, memberikan formulir pendaftaran Mamamia Show di Stasiun TV Indosiar. Semula Ajeng enggan, karena ia merasa minder bersaing dengan orang-orang yang hidupnya berkecukupan. Namun ibu yang baik hati itu terus mendesaknya, sehingga Ajeng mengisi formulir itu.

Memulihkan Keluarga
Penampilan Ajeng dalam kompetisi Mamamia memberikan keberuntungan tersendiri bagi keluarga. Banyak pihak mulai menawarkan kerjasama, terutama menjadi sponsor. “Beberapa orang yang tak dikenal kini mulai menawarkan bantuan. Ada orang yang datang membawa uang, ada yang langsung membawa barang, dan
ada pula yang membawa uang sambil menjanjikan akan membawa uang lagi kalau masih diperlukan.” demikian pengakuan Cindy.

Selain mendapatkan perlakuan istimewa, keluarga Ajeng juga mendapatkan keberuntungan yang lain. Icha, kakak sulung Ajeng yang selama ini meninggalkan mereka, kini kembali ke dalam keluarga.

“Icha, anak sulung kami datang bersama dengan seorang cucu. Hati saya yang semula keras dan penuh dendam, dalam sekejap mencair. Masalah lama seperti terlupakan,” ungkap Cindy yang kini menjadi manajer Ajeng. Ternyata Ajeng tidak hanya memperbaiki ekonomi keluarga, tetapi ia juga berhasil memulihkan keluarganya. Bersatunya kembali sebuah keluarga yang sudah lama terpisah merupakan berkat Tuhan.

“Saya merasakan bahwa doa saya selama ini sudah terkabul. Anak sulung kami yang menghilang selama tiga tahun, akhirnya kembali. Dan Tuhan melalui Ajeng telah membuka jalan ke arah kehidupan yang lebih baik, tidak seperti kedua orangtuanya, ” papar Cindy.

Selain Icha dan Ajeng, Harry dan Cindy masih memiliki empat orang anak lagi: Julio 8 tahun, Bagus 5 tahun, Aji 2,5 tahun, dan Cantika 1 tahun. Cantika kini diasuh oleh ibu angkatnya.

Peduli Anak Jalanan
Ajeng, sang biduanita jalanan, kini sudah menjadi artis ibukota. Dara
kelahiran November 1994 ini mengatakan bahwa meskipun ia kini sudah menjadi artis penyanyi, ia tidak akan melupakan komunitas pengamen jalanan. Sebagai bukti, ia menggelar acara jumpa fans yang mengundang anak-anak jalanan pada pertengahan bulan Juni lalu. Ia memberikan suatu motivasi kepada parapengamen itu untuk mengikuti jejaknya, berprestasi di ajang musik Indonesia.

“Saya melakukan semua ini demi tanda cinta kasih sayangku kepada teman-teman pengamen. Mereka masih bergumul sebagai pengamen dengan kerasnya kehidupan ibukota,” tegas Ajeng.

Dengan didampingi papa dan mamanya, Ajeng mendirikan “Tenda Ajeng Mamamia” di perempatan Cempaka Putih, di seberang ITC Cempaka Mas. “Setiap Kamis siang dan Jumat sore aku dan keluargaku melakukan pelayanan kepada 168 teman-teman pengamen,” ucap Ajeng.

Penggemar “3 Diva” dan Beyonce ini menambahkan bahwa saat ini ia dan manajemennya sedang membangun sebuah rumah singgah untuk anak-anak jalanan, sedangkan dana untuk pembangunan rumah itu berasal dari hasil menyanyi.

“Yang jelas, aku mau menjadi berkat bagi para pengamen yang adalah
saudara-saudaraku. Aku bersyukur bahwa Tuhan Yesus sudah menjawab doa-doaku,” ujar dara berwajah hitam manis ini.

Untuk ke depan, Ajeng ingin mengasah bakat nyanyinya. Ia ingin menjadi penyanyi profesional, dan rencananya dalam waktu dekat ia akan meluncurkan album rohaninya. Ajeng juga ingin melanjutkan sekolahnya. “Aku sekarang berumur 14 tahun dan seharusnya sudah duduk di bangku SMA. Tetapi karena aku dulu sempat berhenti sekolah, jadi sekarang aku baru lulus SD. Bagi Ajeng tidak ada kata “terlambat” untuk sekolah,” tuturnya dengan senyum tersungging. Puji Tuhan!

Fyi, album rohani ajeng sudah keluar. Coba lihat di    http://www.harvest. co.id

Categories: Koleksi Renungan Harian | Tinggalkan komentar

Aku Menangis Untuk Adikku 6 Kali


Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari
demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung
mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga tahun
lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis
di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen
dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan
aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya.
“Siapa yang mencuri uang itu?” Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu
takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi
Beliau mengatakan,
“Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!”
Dia mengangkat tongkat bambu itu tingi-tinggi.

Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata,
“Ayah, aku yang melakukannya! “
Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah
begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau
kehabisan nafas.

Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi,
“Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa
lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? …. Kamu layak dipukul
sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!”

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya
penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di
pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung.
Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata,
“Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi.”
Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup
keberanian untuk maju mengaku.

Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan
seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika
ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun Aku berusia 11.
Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk
masuk ke SMA di pusat kabupaten.

Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas
propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok
tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut,
“Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik…hasil yang begitu
baik…” Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas,
“Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya
sekaligus?”Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan
berkata, “Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup
membaca banyak buku.”

Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. “Mengapa
kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti
saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua
sampai selesai!” dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun
itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku
bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata,
“Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia
tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini.”

Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke
universitas. Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang,
adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan
sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping
ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku:
“Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari
kerja dan mengirimu uang.”Aku memegang kertas tersebut di atas tempat
tidurku, dan menangis dengan air mata ber- cucuran sampai suaraku hilang.

Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20. Dengan uang yang ayahku
pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari
mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya
sampai ke tahun ketiga (di universitas) . Suatu hari, aku sedang
belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan,
“Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!”Mengapa ada
seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat
adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan
pasir. Aku menanyakannya, “Mengapa kamu tidak bilang pada teman
sekamarku kamu adalah adikku?”
Dia menjawab, tersenyum, “Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan
mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak
akan menertawakanmu? “Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku.

Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam
kata-kataku, “Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku
apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu. ..”Dari
sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia
memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, “Saya melihat semua
gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki
satu.”Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku
ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis.

Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23. Kali pertama aku membawa pacarku ke
rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di
mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di
depan ibuku. “Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu
untuk membersihkan rumah kita!” Tetapi katanya, sambil tersenyum, “Itu
adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini.Tidakkah
kamu melihat luka pada tangannya?
Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu..”Aku masuk ke dalam
ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa
menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut
lukanya. “Apakah itu sakit?” Aku menanyakannya.
“Tidak, tidak sakit.Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi
konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu
tidak menghentikanku bekerja dan…”Ditengah kalimat itu ia berhenti.
Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras
turun ke wajahku.

Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.Ketika aku menikah, aku tinggal
di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk
datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau.
Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu
harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, “Kak,
jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini.”Suamiku
menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan
pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku
menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai
pekerja reparasi.Suatu hari, adikku diatas sebuah tangga untuk
memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan
masuk rumah sakit.

Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya,
saya menggerutu, “Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak
akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat
kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau
mendengar kami sebelumnya?”
Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya.
“Pikirkan kakak ipar–ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir
tidak berpendidikan.
Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan
dikirimkan?”
Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang
sepatah-sepatah: “Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!”
“Mengapa membicarakan masa lalu?” Adikku menggenggam tanganku.

Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.Adikku kemudian berusia 30 ketika
ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara
pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, “Siapa
yang paling kamu hormati dan kasihi?” Tanpa bahkan berpikir ia
menjawab, “Kakakku.”
Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan
tidak dapat kuingat. “Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada
dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua
jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah.Suatu hari, Saya
kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari
kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh
itu.Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca
yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya.

Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan
menjaga kakakku dan baik kepadanya.”Tepuk tangan membanjiri ruangan
itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku.Kata- kata begitu
susah kuucapkan keluar bibirku, “Dalam hidupku, orang yang paling aku
berterima kasih adalah adikku.” Dan dalam kesempatan yang paling
berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran
turun dari wajahku seperti sungai.

Sumber: Diterjemahkan dari “I cried for my brother six times”

Categories: Koleksi Renungan Harian | Tinggalkan komentar

TUHAN MENENUN KEMBALI KAKIKU YANG HANCUR


TUHAN MENENUN KEMBALI KAKIKU YANG HANCUR

Milka adalah seorang janda beranak tiga yang sehari-harinya berjualan
minuman dan makanan sederhana di sebuah kantin sekolah. Sampai pada suatu
hari, sebuah kejadian yang sangat mengenaskan menimpanya. Ia terlindas
oleh sebuah bis hingga kedua kakinya hancur. Rusuknya pun patah sehingga
menusuk paru-paru dan hatinya.

Kejadian itu seperti tidak terduga karena tiba-tiba sudah ada sebuah bis
yang langsung melintas di depan matanya dan menabrak Milka sekelebat saja.
Milka terpental dan saat itu dia tidak menyadari kalau sebenarnya tulang
rusuknya menikam levernya, sehingga bagian dalam tubuhnya rusak. Milka
terpental menyerempet ke arah tembok dan terpental masuk ke dalam kolong
bis. Milka terseret dan terlempar sekitar 30 m ke depan.

“Kejadian itu hari Selasa, tanggal 6 Juni tahun 2006. Saat itu saya mau
pergi doa ke gereja. Saat itu saya mau masuk ke terminal, saya jalan
seperti biasa. Ketika itu sebenarnya perkiraan saya bis itu masih jauh,
tapi tiba-tiba bis itu sudah di depan badan saya dan menyerempet saya. Di
belakang saya ada pagar tembok, saya menempel di tembok, dan bus itu
menyambar begitu kuat ke badan saya. Saya terjatuh di bawah kolong bus,
dan saya terseret sampai ke depan sekitar 30 m. Saya sempat bilang
“Yesus!”, dan sekelebat kepala saya terhindar dari hantaman bis. Saya kira
kalau tidak ditolong Tuhan pastilah kepala saya yang tersambar bis,
mungkin sudah gegar otak dan bisa saja kepala saya hancur. Ternyata tulang
belikat saya sudah putus namun saya tidak menyadarinya sama sekali. Saya
masuk ke bawah kolong bis, terseret beberapa meter dan kaki saya tergilas
oleh bis itu. Saat itu saya antara sadar dan tidak sadar, ya itu namanya
kekuatan Tuhan. Saat itu saya masih bisa berbicara, saya masih bisa
melihat keadaan kaki saya. Kondisi kaki yang tergilas itu sudah copot,
hancur, daging terbelah dua, jadi dagingnya sudah lepas, jadi seperti
terbuka kayak sandal, dan cuma menempel pada ujung jari,” kisah Milka
mengenai kejadian tragis yang dialaminya.

Kejadian itu spontan membuat semua orang yang melihat kejadian tersebut
menjerit histeris. Mereka sudah mengira pastilah orang yang tertabrak itu
meninggal. Ketika mereka melihat Milka yang terseret, mereka lebih shock
karena daging kaki Milka sudah terlepas dan mengeluarkan banyak darah,
ibaratnya tinggal menggantung di satu bagian sisi jarinya. Sungguh
pemandangan yang mengenaskan.

Puji Tuhan ada orang yang iba dan membantu Milka dan segera membawanya ke
rumah sakit. Milka langsung mendapat pertolongan di ruang UGD, dan saat
itu dokter mengatakan harus diamputasi. Tapi Milka menolak hal itu dan
percaya bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan dia.

Pupung, adik Milka yang menerima kabar kecelakaan itu tidak dapat
mempercayainya. Pupung hanya berpikir, orang kecelakaan kok masih bisa
menelepon? Melalui telepon itu Milka hanya mengatakan kalau dirinya sudah
ditabrak bis dan diseret. Dengan menaiki ojek, Pupung pun segera pergi ke
rumah sakit Pertamina, karena Pupung harus segera menandatangani surat
ijin pengoperasian kaki Milka. Sesampainya di rumah sakit, Pupung hanya
mendapati Milka yang sudah terbaring bersimbah darah di rumah sakit.
Pupung benar-benar tidak habis pikir, bagaimana dengan kondisinya yang
seperti itu, Milka masih bisa menelepon mengabari keadaannya kepada Pupung
dan seorang kakaknya yang lain.

Waktu semakin mendesak dan Milka pun dipersiapkan untuk dioperasi. Namun
sebelum itu, Milka sempat diperiksa sekali lagi oleh tim dokter yang
menanganinya. Ternyata dari hasil pemeriksaan tersebut, Milka mengalami
luka trauma lain yang tidak hanya membahayakan kakinya tapi juga nyawanya.
Karena dokter curiga dengan pendarahan hebat yang dialaminya, ada
kemungkinan rongga perut atau abdomen Milka juga mengalami luka yang cukup
serius.

Kalau membayangkan kondisi Milka saat itu, kakinya bagaikan kaki monster.
Benar-benar menyeramkan, sudah tidak ada kulitnya dan yang tampak hanya
gumpalan-gumpalan daging merah saja.

“Secara teoritis, pilihan terapi terbaik adalah amputasi. Bu Milka ini
menurut kita pasien yang sangat kooperatif, sangat baik, sangat pasrah
menyerahkan hidupnya ke dokter dan juga ke Tuhan,” ujar salah seorang tim
dokter yang menangani Milka.

Melihat keadaan Milka, Pupung sangat sedih. Karena secara manusia, kondisi
Milka sepertinya sudah tidak ada harapan lagi. Dokter sendiri hanya bisa
menyarankan Pupung untuk mendoakan Milka. Karena hanya doa yang bisa
menyelamatkan, karena dengan kondisi seperti ini, Milka seharusnya sudah
meninggal dunia.

Operasi penyelamatan berhasil. Milka telah berhasil melewati masa
krisisnya. Saat menjaga sang kakak, Pupung teringat akan mimpinya.
Beberapa malam sebelumnya Pupung bermimpi ia sedang membasuh kaki
seseorang sampai bersih, tapi Pupung tidak tahu kaki siapakah itu. Namun
saat di ruang UGD, Pupung yang sedang teringat mimpinya sadar bahwa di
dalam mimpinya ia sedang membasuh kaki kakaknya sendiri.

Saat mengevaluasi kaki Milka, dokter menemukan sesuatu yang luar biasa.
Ujung-ujung jari kaki Milka memerah. Tim dokterpun semakin optimis kalau
memang kaki Milka masih bisa diselamatkan. Dan tuntunan Tuhan tidak
berhenti sampai di situ. Saat tagihan rumah sakit selama Milka dirawat di
rumah sakit hampir mencapai 120 juta, Pupung bingung darimana mereka bisa
mendapatkan uang sebanyak itu. Namun Tuhan sudah mengatur semuanya. Ada
sumbangan dari gereja 70 juta, dan keluarga juga menjual rumah sampai
akhirnya seluruh biaya yang dibutuhkan dapat terlunasi. Pupung benar-benar
tidak menyangka bagaimana uang sebanyak itu bisa Tuhan sediakan tepat pada
waktunya. Pupung pun dikuatkan dan ia percaya apapun yang ia doakan mulai
saat itu pasti akan terjadi sepanjang ia selalu dekat dengan Tuhan.

Iman Milka terbukti karena selama ini dia tetap mengucap syukur dalam
segala kesakitan yang dia alami. Milka melewati 4 kali operasi,
paru-parunya harus dilubangi karena terendam darah dan juga pemasangan
pen.

“Tuhan yang saya rasakan itu memang luar biasa. Setiap hari jam 6 sore,
dengan memakai walkman, saya selau bernyanyi ‘Semua Baik’. Sampai
kadang-kadang sakit di kaki yang menurut dokter bisa tak tertahankan,
namun tidak saya rasakan,” kisah Milka mengenang kejadian kecelakaan yang
dialaminya.

Dari mukjizat yang terjadi, 2 tahun berlalu semenjak kecelakaan itu
terjadi, Milka telah banyak mengalami kebaikan Tuhan. Terlebih lagi di
saat ia dapat berjalan kembali dengan normal.

“Menurut kami berdasarkan pengalaman kedokteran kami selama 6 tahun di
sini, kasus ibu Milka merupakan suatu hal yang fantastik. Hanya Tuhan yang
tahu bagaimana mekanismenya sampai bisa selamat seperti ini,” ujar dokter
yang menangani Milka.

“Itu suatu mukjizat. Karena kaki yang seharusnya dibuang, tetap
dipertahankan. Jadi mukjizatnya ada dua, yang seharusnya mati tapi hidup
dan hidupnya masih dengan kaki yang lengkap,” ungkap dokter Nia yang juga
menangani Milka.

Semua operasi yang dijalani Milka berhasil dan Milka benar-benar menyadari
bahwa semua karena kebaikan dan campur tangan Tuhan dalam setiap
kehidupannya. Milka tahu bahwa tanpa Tuhan tidak mungkin dia bisa kembali
pulih melihat keadaan yang dideritanya akibat kecelakaan itu demikian
parah. Sekarang Milka hanya bisa mengucap syukur terharu dan semakin
bertekad untuk setia dalam mengikuti Tuhan karena kebaikan Tuhan sungguh
nyata dalam hidupnya.

“Dia sangat luar biasa karena Dia sangat baik. Sampai saya bisa pulih
lagi, saya bisa berjalan lagi. Dokter berkata kalau saya akan cacat, tapi
Tuhan berkata tidak,” ujar Milka haru penuh ucapan syukur.

(Kisah ini sudah ditayangkan 31 Maret 2008 dalam acara Solusi di SCTV)

GOD IS THE LORD WHO DOES MIRACLES

Categories: Koleksi Renungan Harian | Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com. The Adventure Journal Theme.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: